Berita

Wanita, Woman, Women. (www)

20 November 2009, 15:33

Yohanes 4.
Oleh: Pdt.Hallie Jonathans.

Segenap Wanita dalam Gereja GPIB
yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

”Karena demikian besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal , agar siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”. Demikian kita mengenal apa tujuan Allah mengutus Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia. Tuhan Yesus pun mempunyai kehendak yang sama agar orang berdosa seperti Wanita Samaria ini juga diselamatkan. Tuhan juga menghendaki agar Wanta ini memiliki hidup yang kekal. Tuhan Yesus ingin agar orang yang hilang itu kembali. Yang tersesat kembali ke jalan yang benar. Tuhan Yesus begitu kuatnya hendak membawa yang tersesat kembali, sehingga Ia tidak mengindahkan jam makannya. Dalam ayat 34 Tuhan Yesus berkata:”Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal” maka para murid-Nya bertanya:”Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”. Tuhan Yesus berkata:”Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku, dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Kata Tuhan kepada mereka lagi:”Bukankah kamu mengatakan, empat bulan lagi tiba musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu:”Lihatlah sekelilingmu, pandanglah ke ladang-ladang. Yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”. Perspektif ini tidak ada pada orang Farisi. Yang ada adalah hendak membinasakan Tuhan Yesus sesegera mungkin dan dengan alasan apapun. Saat itu, saat percakapan dengan Wanita Samaria ini, Tuhan Yesus berada pada permulaan pekerjaan-Nya. Oleh sebab itu orang Farisi masih harus menunggu lama untuk dapat menghukum dan membinasakan Tuhan Yesus. Konfrontasi terbuka dengan Tuhan Yesus belum sampai waktunya. Bilakah bermula permusuhan rasial antara Yahudi dengan Samaria? Kejadiannya adalah tatkala Kerajaan Utara dengan ibukotanya Samaria jatuh ke tangan Assyur. Banyak orang Yahudi yang dideportasi ke Assyur itu. Lalu diimportlah oleh kekuasaan Assyur, banyak orang asing untuk mendiami negeri itu yang bertujuan bukan saja tingga di Samaria tetapi juga untuk memelihara keadaan damai. Ini kita baca dalam 2 Raja 17:24 dan selanjutnya. Terjadilah perkawinan campuran antara orang asing yang sama sekali tidak mengenal penyembahan akan Yahweh , dengan wanita-wanita Samaria. Jadilah juga apa yang Di Amerika Selatan dikenal dengan Meztizo, campuran antara asing dengan pribumi. Inilah kelompk marjinal . Jadi orang Yahudi di Selatan atau Yehudalah yang menyebut orang Samaria tidak murni lagi baik dalam kepercayaan maupun dalam kenyataan ras atau akibat terbitnya suatu ras baru. Dengan demikian bencilah mereka yang merasa Yahudi penuh tanpa campuran kepercayaan, keturunan dan ras bahwa merekalah orang Yahudi murni dan orang Samaria adalah orang yang tidak murni. Inilah yang ditgambarkan sebagai pengkhianatan Samaria, karena kawin campur. Suatu stigma rasial yang agamawi dan sosialnya sangat kental. Oleh sebab itu perjalanan orang ”Yahudi murni”, selalu akan menghindar untuk melewati Samaria. Tetapi Tuhan Yesus tidak merasa perlu untuk tetap terkungkung oleh pembatasan kebudayaan, rasial maupun sosial ataupun religius demikian. Oleh sebab itu Tuhan Yesus justru berjalan melewati Samaria tanpa tedeng aling-aling. Ia melihat bahwa pandangan kebudayaan Yahudi atau Farisi itu salah sama sekali. Tuhan memilih melewati Samaria. Itu dengan semua konsekwensinya. Di situ ada Sumur Yakub. Sumur ini memang milik Yakub. Ini Sumur Umum. Terletak dalam wilayah Yakub. Sumber mata airnya tercatat 65 meter dalamnya. Oleh sebab itu Wanita Samaria menertawakan Tuhan Yesus yang berkata bahwa Ia akan memberi wanita itu minum. Sebabnya adalah karena Tuhan sama sekali tidak punya timba. Ini bukan sumur mata air. Ini adalah sumur tadah air hujan dan tadah embun. Sumber mata air selalu berada di luar kota pada lintasan jalan raya. Sumur Yakub itu selalu dikunjungi oleh para wanita yang akrab sekali dengan supply air. Ya untuk diri sendiri, ya untuk konsumsi. Mereka datang pagi atau malam. Mereka bekerja dan bergossip. Mereka cekikkan dan baku ganggu. Wah bisa romantis juga. Tetapi wanita Samaria ini datang jam duabelas siang. Jam ke enam. menurut tatakala Yahudi. Mungkin karena reputasinya agaknya sangat buruk, mungkin juga karena ia mau menghindar bertemu dengan orang Yahudi apalagi Ahli Taurat , wanita itu datang pada jam seperti itu. Tuhan Yesus berbicara kepada Wanita Samaria ini tentang air yang segar dan tidak segar. Air yang murni dan yang tidak murni. Kalau saja kita berjalan lebih jauh, maka Tuhan berbicara tentang kebutuhan mutlak, planet bumi ini. Planet ini merupakan satu-satunya planet yang memiliki air di dalamnya dan lapisan langit yang cukup untuk menjaganya dari kebinasaan oleh sinar ultra violet dan panas matahari yang menerpanya. Air yang merupakan kebutuhan terbesar. Air yang sudah seharga satu liter bensin. Apakah yang kita dapatkan? DR.Charles Haddon Spurgeon menguraikannya dalam bukunya ”Spurgeon’s Sermons on New Testament Women”, sebagai berikut:

1. Air adalah pelepas dahaga. (Thirst removing)
Apa yang kita butuhkan? Kita selalu membutuhkan air untuk hidup. Kita membutuhkan air hidup, air jernih yang bukan saja dari dunia ini, tetapi dari Allah berupa aliran kasih karunia-Nya. Tanpa aliran itu kehidupan kita tidak akan terpelihara. Keinginan yang terbesar adalah keinginan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus.
Dari Mazmur 42 sampai dengan Kisah Rasul pasal 2.

2. Air adalah pemelihara hidup. (Life preservation). Mungkin inilah alasan utama mengapa Wanita Samaria datang ke sumur Yakub. Hanya untuk meneruskan hidupnya. Manusia 60% tubuhnya terdiri dari air. Oleh sebab itu manusia memerlukan pasokan air yang cukup untuk memfungsikan seluruh tubuhnya dengan baik. Semua bahan obat, minuman, bahan kosmetik selalu membutuhkan air untuk resolusinya untuk menguraikannya. Wanita memakai sabun dan pelbagai moisterizing berdasarkan dengan air yang steril dan bersih. Kita mempunyai Batu Karang yang teguh, Tuhan Yesus Kristus yang dari diri-Nya mengalir sungai kehidupan bagi kita. Tuhan Yesus dengan jelas berkata: ”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:Berilah aku minum!, niscaya engkau telah meminta kepada-Nya , dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”. (ayat 10). DalamYohanes 7:17 dan 18 , Tuhan Yesus menyatakan:”Barangsiapa haus , baiklah ia datang kepada-Ku dan minum. Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, dari dalamnya akan mengalir aliran-aliran air hidup”. Yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus adalah Roh Kudus yang akan yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya. Dalam acara Ratu Dunia acara yang sangat disorot oleh dunia (dunia pria?) adalah tatkala para calon Miss World itu mengenakan Swimming Suit, pakaian renang atau bikini. Ini membuktikan bahwa Water /Beach/ Swimming Pool Fashion sangat menarik.

3. Air guna membersihkan kotoran yang ada. Mulai dari pembersih muka sampai semua upaya pembersihan membutuhkan air. Filth purging. Kalau hanya kotoran dunia maka kita pasti mempunyai alat pembersihnya. Tetapi dalam perjalanan rohani kita, atau juga keseharian kita noda dosa dan kedegilan hati di hadapan Allah hanya dapat dihilangkan oleh Darah Tuhan Yesus Kristus yang mencuci kita bersih oleh pengampunan atau anugerah yang datang dari Bapa-Nya yang menguttus Dia. The filth removing is the grace of God streaming from the cross where Jesus suffered on our behalf or for our sake. Mari kita lihat keheranan Kalvari, Keadilan dibesarkan dalam kasih karunia, menandakan aliran ungu dan berkata, demikian dosaku dicuci bersih.

4. Air adalah bagi pelembutan. Softening. The marvelous softening power. Bila ada benda yang keras yang ditaruh dalam air lalu menjadi lembut, maka kita juga bahkan melihat bagaimana manusia-manusia yang keras kepala di taruh dalam Kristus menjadi orang yang lembut. It is a heart softening water. Hanya Tuhan Yesus yang dapat melembutkan para wanita. Wanita kelihatannya lembut, tetapi kalau kita tatap dalam-dalam, kita biasanya akan bertemu dengan hati yang keras, penuh kepahitan dan cenderung membalas. Hard woman. Justru yang dibutuhkan adalam a woman with a tender heart.

5. Air dengan guna memadamkan api. Fire quenching water. Kita langsung melihat pemadam Kebakaran. Ada beda Pemadam kebakaran yang ada di Jaktim ini dengan yang ada di rumah kita. Bedanya hanya yang satu penuh dengan alarm dan bel, sedangkan dalam rumah tangga kita tanpa bel tanpa alarm, tetapi frekwensi dan kepekatan asap pembakarannya dan akibat penghancurannya melebihi api di krematorium Pluit. Rumah tangga jangan menjadi rumah puing kebakaran, di mana suami dan istri terus bertengkar dan degree of heatnya menjadi begitu hebat. Air menjadi pemadam semua kebakaran dari hati sampai ke tangan, bahkan sampai ke pasar. Mesin-mesin anugerah Allah justru membasahi jiwa kita dengan air hidup itu.

6. Air sebagai menciptakan sumber air atau mata air yang mengalir terus sampai pada hidup yang kekal. Sayangnya wanita sendiri menjadi sebab bukannya terbitnya sumber atau mata air yang dari dalamnya mengalir aliran kehidupan tetapi menyebabkan mengalirnya air mata pada dirinya, pada keluarganya. Tuhan Yesus benar tatakala Ia berkata tentang Roh Kudus yang merupakan sumber aliran kehidupan yang mengalir sampai di surga. Air hidup dari Tuhan Yesus Kristus membangkitkan dalam diri para wanita aliran kehidupan yang terus menerus mengalir sampai hidup kekal.

7. Air merupakan sumber yang menyebabkan suatu tanaman dapat berbuah. Semua buah berair. Bahkan kita memiliki buah yang pada saat proses penanamannya harus diguyur air yang banyak, dan air buahnya menjadi begitu manis dan indah. Little fruit, little grace, bigger fruit, bigger grace. Pohon Ara yang tidak menghasilkan buah , dikutuk oleh Tuhan Yesus, dan ia menjadi kering. Kaum Ibu adalah mereka yang menghasilkan buah , bukan hanya dalam mendapatkan keturunan tetapi dalam pelbagai kebajikan hidup yang dihasilkannya. Fruit producing women atau fruit producing water. Buah apakah yang anda hasilkan? Turn the barren fig tree into a good fruit bearing tree.

8. It is heaven ascending water. Air yang naik ke surga atau langit. Teori hidrostatis berkata bahwa air akan naik ke permukaannya sendiri. Water will rise to its own level. Demikian juga kasih karunia Allah akan naik setinggi sumbernya. Setiap pagi anugerah Allah turun atas kita, setiap pagi diberikan-Nya anugerah yang baru. Great is Thy faithfulness. Grace from above, Divine source, makes you to have a divine portion forever. Mengapa sungai mengalir ke laut? Sebab sebenarnya sungai bersumber dari laut. Apabila kita telah diangkat oleh kasih Kristus yang mau mati ganti kita, maka kita merasakan bagaimana Ia mengangkat kita setinggi itu agar dari dalam kita akan mengalir pengampunan, kasih, kesabaran. Matahari mencium bumi agar naiklah dari bumi awan yang pada gilirannya akan turun sebagai hujan membasahi bumi. Awan penderitaan Tuhan Yesus naik ke langit Allah lalu turun dalam bentuk anugerah kasih dan pengampunan yang bahkan turun ke dalam hati yang terdalam , yang tergundah yang tersedih. The love of God that is bottomless, as a shoreless sea of everlasting love? Mengapa mengalir dan membasahi begitu hebat? Sebab berasal dari sumber kasih dan pengampunan yang begitu besar yakni Allah dalam Kristus Yesus. Bukankah kita berkata, betapa indahnya bila aku dicuci dalam air itu. Saya rindu agar kehausan saya dipuaskan oleh air hidup itu. Kristus dan Roh Kudus. Kita semua berkeinginan agar jiwa kita menjadi meluap dengan air kehidupan kekal itu. Clouds of suffering went up from the heart of Jesus, to return to earth in showers of mercy for poor sinners. Saat inilah seharusnya kitapun berkata: “Tuhan berilah air itu kepadaku”. Lord , give me this water!.

Itulah semua ukuran yang harus dikenakan untuk melakukan pemilihan Model Kartini Masa Kini. Raden Ajeng Kartini kehidupannya sendiri begitu menderita, menjadi entah istri ke berapa dari seorang Sultan atau sejenisnya. Tetapi apa yang dimaksudkan dengan Kartini-Kartini Masa Kini janganlah merupakan semacam pemilihan a la Miss Indonesia . Bukan sekedar kecantikan, bukan sekedar kemolekan, bukan sekedar pakaiannya.

I, would rather look and appreciate the Woman that is :

The Wearer not the dress. (the singer not the song?).
The personality rather than the beauty,
The piety rather than the lovely face,
The power to endure hardship of life rather than only
a moisturizing and a shiny skin
The look of faith and confidence, rather than an
empty look from a full make up face that lacks love and forgiveness.
Faith reputation rather than love-adventure and sex experiences.
And that not cries, where is the money?
But that turn herself to be industrious and productive.
Not craving for beautiful gowns and pearls and diamonds.
But are themselves shining personalities.
A woman that satisfies her husband, and is content in what she get,
By her love she does not push her husband to corrupt.
“Power corrupts, absolute power corrupts absolutely”
A woman that her thirst is satisfied, and does not look for any satisfaction out side her home.
Not to feel the woman in her, but to see and feel the Loving Christ in all of her personality, character, temperament, life, being, thoughts, emotions and behavior.
A woman that loves her husband, children, her family, her country, her environment, her world, her Lord Jesus Christ.

Apakah yang dihadapi Kartini-kartini sekarang? Cand.Doctor Naurah Najwa Hairrudin mencatat dalam tulisannya: ”Satu Perempuan , Satu Generasi” di Koran Kompas hari ini, 21 April 2008 :
1. Kesenjangan Jender yang masih sangat signifikan.(Ind. 33/71).
2. Buta Aksara 10 tahun ke atas.dua kali dibanding anak laki-laki.
3. Kondisi dan staus kesehatan wanita, masih rendah Angka Kematian Ibu saat melahirkan tercatat tertinggi di ASEAN.
4. Di Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, hanya 48% dibanding Pria , 88,74%.
5. Tingkat Pengangguran, Wanita 13,72% dibandingkan Laki-laki, hanya 8,58 %.
6. KDRT, Kekerasan dalam Rumah tangga, Meningkat dari 56-69%, artinya 20.391 kasus. 82% di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga.
7. Prevalensi, artinya yang umum/merata , kekerasan terhadap perempuan menjadi sebesar 3.1 % atau sekitar 3 sampai 4 juta perempuan.
8. Kekerasan yang diderita perempuan TKW di luar negeri, sebanyak 1091 kasus. Tidak dibayar 372 kasus. Pelecehan seksual 30 kasus, penganiayaan 81 kasus, kecelakaan kerja 27 kasus, PHK , 140 kasus, putus komunikasi 253 kasus, kriminal 11 kasus, penipuan sehingga gagal berangkat 43 kasus.

Kesimpulannya adalah bahwa pembangunan perempuan Indonesia relatif masih rendah. Penyebabnya adalah kompleksnya persoalan, seperti :
1. Praktik Diskriminasi,
2. Ketimpangan Struktur Sosial Budaya masyarakat,
3. Minimnya akses pelayanan kesehatan bagi perempuan,
4. Kesenjangan layanan pendidikan, kesempatan dalam kegiatan publik dan politik,
5. Rendahnya kualitas hidup perempuan.
6. Tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan.

Hari Kartini dirayakan mengingat wafatnya Ibu R.A. Kartini. Kita juga merayakan 11 tahun Reformasi. Kita diajak membangun paradigma baru bagi pembebasan wanita, yakni melalui Pendidikan. Wanita yang mulai bukan lagi mendengar tetapi membaca. Cand DR Naurah Najwa Hairrudin menyatakan semua itu. Bagaimana dengan pembangunan Kartini-Kartini kita? Wanita yang bukan hanya asal membaca tetapi yang belajar. Bukan hanya asal belajar tetapi mengalami perubahan. Perubahan budi dari tertindas menjadikan diri pembebas karena kasih, cinta dan kebebasan yang membawa kesejahteraan, dan berbagai berkat lainnya. Stop sekedar mejeng, jadilah wanita belajar dan sendiri mengalami perubahan dan pembaruan, terdidik dan terhormat. Kecantikan hanya membawa perempuan ke pangkuan laki-laki,tetapi keterdidikan membawanya menjadi mitra setara yang tak boleh dilecehkan dengan alasan agama, budaya dan alasan sosial politik, ekonomi, agama,rasial gender , bahkan alasan asosial, amoral , ketidak-akuntabilitasanya,
jadi ”any unaccountabilities” apapun yang masih dapat diberlakukan atas perempuan. Kartini-kartini inilah yang akan meneruskan pembangunan perempuan, pembangunan keluarga dan bangsa Indonsia, Yang akan juga meneruskan pembangunan dalam jemaat dan keluarganya. Mari kita nyanyikan Nyanyian ”Seperti Wanita Di Pinggir Sumur”,
Mari kita nyanyikan Nyanyian”Ibu kita Katini”.Mari kita nyanyikan Kesetaraan Perempuan dalam semua bidang hidup. Bukan hanya menyanyikannya dan merayakannya, tetapi melakukan dan turut serta dalam gerakan pembebasan dan pemberdayaan wanita serta mempersiapkan semua ruang baginya untuk belajar, bekerja dan membangun gereja, negara dan masyarakat serta kaumnya sendiri.
Kita akan selalu merayakan Hari Kartini dan Hari Perempuan Internasional, setiap 21 April dan setiap 2 Maret.
Tuhan memberkati para Perempuan/Wanita
dan Ibu Indonesia .
Amin.