Berita

Pengharapan Akan Kebangkitan

17 May 2010, 10:00

1 Korintus 15:35-38.
Oleh Pdt. Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Pengharapan terbesar adalah pengharapan akan kebangkitan orang mati. Saya yakin di pelbagai lembaga riset biologis telah dilakukan upaya percobaan membangkitkan orang mati atau binatang mati. Proyek sedemikian biasanya dirahasiakan. Kita juga mendengar banyak cerita seram tentang roh-roh yang seakan menyerupai orang yang telah kita kenal dengan baik. Atau seperti diceritakan seorang Bapak, beliau akrab dengan orang yang dapat menghilang tiba-tiba lalu tampil lagi.

Kita semua senang akan kehidupan, we enjoy life. Tak ada yang suka menuju kubur untuk dimakamkan. Sampai Tuhan Yesus datang kembali, kita semua harus menghadapi maut dengan cara yang sama yakni mati dan dikuburkan. Tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kematian.

Ibrani 9:27 menyatakan:”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya, untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa, untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia”.

Mengapa banyak orang tak percaya bahwa ada kebangkitan orang mati. Orang Parisi percaya ada kehidupan setelah kematian. Partai atau Kaum Saduki justru menolak menerima adanya kehidupan setelah kematian. Ajaran reinkarnasi dalam satu agama tertentu berarti setiap makhluk hidup dan kepada manusia dapat mengalami reinkarnasi demi reinkarnasi, again and again, dari satu reinkarnasi kepada reinkarnasi yang berikutnya. Diharapkan adanya increasing sampai reinkarnasi mencapai Nirwana yang berarti Kesempurnaan.

Kalau kita hidup baik ada agama yang berkata kita akan bisa reinkarnasi menjadi lembu. Lembu dianggap adalah Allah. Bukankah Lembu itu akan disembah. Kalau kurang baik dalam hidup, kita dapat menjadi Kera. Bisa menjadi anjing, kelinci, dll.
Kaum tertentu mengajarkan, apabila orang karena alasan agama dan junjungannya, mati dan menjadi syuhada, akibat perang kudus, atau beliau akan hidup dalam suatu kehidupan yang baik, seperti yang ditetapkan , maka Anda akan segera di bawa ke dalam surga . Di sana Anda akan mendapatkan Hadiah atau Penghargaan yang terbesar. Bagi laki-laki , ia akan menerima sebuah harem dengan banyak malaikat atau wanita-wanita yang cantik-cantik.
Para pejuang boleh saja menghabisi orang kafir yaitu orang yang tidak percaya, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan kanak-kanak boleh saja dibunuh mereka. Setelah melakukan perang kudus itu, orang-orang yang telah berjuang melawan orang kafir, akan menerima ganjaran kehidupan tetapi bukan lewat kebangkitan. Yang penting adalah ganjaran yang akan diterimanya adalah segudang kenikmatan duniawi secara sepenuh mungkin.
Ada juga ajaran sesat kristiani yang mengajarkan bahwa pasangan suami istri yang setia akan di angkat ke tempat Pernikahan Kekal.

Dan itulah yang disebut sebagai “a celestial marriage”, atau Pernikahan di Angkasa, dan suami yang cukup setia, akan mencapai kesempurnaan sedemikian, di mana sang pria atau sang wanita akan menjadi seperti Tuhan Yesus, menjadi Tuhan dalam berbagai cara. Tetapi nanti bukankah mereka juga akan menghadapi penghakiman di Penghakiman Tahta Putih Besar, dan sebagai bagian dari kebangkitan kedua bagi jiwa-jiwa yang sesat. Akhirnya mereka akan dilemparkan ke dalam lubang neraka.
Lihat apa yang dinyatakan dalam Yohanes 5:28 dan 29:”Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba bahwa semua orang yang di dalam kuburan, akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik, akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat, akan bangKit untuk dihukum”.
Baca saja gambaran dalam Wahyu 20:11-15. Tentang Kematian Kedua.

Allah berkuasa membangkitkan orang mati bahkan Anak-Nya sendiri. Tuhan Yesus adalah satu-satunya Nabi yang bangkit dari antara orang mati. Ialah Tuhan yang hidup selamanya. He is the only living and true God.
Dalam ayat 35 dipertanyakan:”Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?” Ada tubuh surgawi, ada tubuh duniawi. Lihat dan baca ayat 36-41.

Tidak ada Kesempatan Kedua bagi manusia. Mari kita hidup dalam keseimbangan kristiani, sehingga tidak mempunyai waktu bagi Ajaran Sesat dan tidak akan dimaafkan karena Tidak Mengenal Kebenaran.
Segenap ciptaan dibuat Tuhan teramat indah dan berbeda. Bukan semua daging sama, daging mansia lain dari pada daging binatang, lain dari daging burung dan ikan. Ada tubuh surgawi dan ada tubuh duniawi; tetapi kemuliaan tubuh surgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Para ahli telah membuktikan bahwa tak ada dua planet yang serupa, tak ada bintang yang rupanya sama seperti yang lain. Setiap tubuh dalam sistim tata surya ini atau solar system ini memiliki karakteristik yang lain. Ada yang luas, ada yang besar dan ada yang kecil. Ada bintang yang terdiri dari batu-batuan yang mati, tetapi ada yang memiliki cabikan metal seperti biji besi yang amat luas. Bintang yang lain diliputi oleh suatu lapisan substansi gas tertentu yang mengelilingi suatu lapisan inti dalam yang kecil, a small inner core, yang mengakibatkan suatu gravitasi yang membuat bagian-bagian itu tetap bersama. Setiap ciptaan dalam alam semesta ini mempunyai kemuliaan yang berbeda, identitas yang berbeda, dan masing-masing mempunyai peranan atau maksud keberadaan masing-masing yang memang berbeda tetapi merupakan satu sistim yang bulat dari satu keseluruhan tata surya yang rumit tetapi amat terpadu dan utuh sesuai dengan maksud Allah.

Tubuh-tubuh bintang , bulan dan matahari tidak diberikan kehidupan kekal, tubuh-tubuh itu akan dapat berakhir keberadaannya begitu saja, atau mengalami penciptaannya kembali oleh sistim kehidupan yang diterimanya dari Allah. Tubuh manusia yang diciptakan segar oleh Allah, diberikan kehidupan kekal, akan dibangkitkan ke dalam suatu tubuh yang baru. Bukan lagi suatu tubuh yang tergantung pada darah, makanan dan oksigen untuk hidup atau berada, tetapi akan merupakan suatu tubuh yang hidup oleh Roh Allah. Dalam bentuk itu tubuh itu merupakan suatu tubuh rohaniah, a spritual body, namun dalam penampilannya banyak yang sama seperti tubuh alamiah ini, kecuali bahwa tubuh rohaniah ini sempurna, mulus tanpa cacat, tanpa suatu akibat dosa sedikitpun atasnya, dan oleh kuasa Allah tubuh rohaniah itu diberikan hidup yang menerus, yang kekal, tanpa henti.
Demikian pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidak-binasaan, ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan, Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh yang alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh yang rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Dalam kaitannya dengan kabangkitan dikatakan, Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup. Tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan. Mulanya manusia sama dengan ciptaan lainnya memakai tubuh alamiah. Tetapi kemudian nyata, oleh perbuatan kebangkitan Allah, menjadi makhluk-makhluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang surgawi. We bear the heavenly image.
Tubuh-tubuh kita sekarang ini nanti akan diubah dalam kehidupan yang akan datang. Tubuh ini akan berhenti. Bintang-bintang akan hilang , dunia akan diciptakan kembali, akan ada makhluk-makhluk di surga tetapi keberadaannya berbeda dengan keberadaan makhluk itu sekarang. Tubuh kita akan menjadi berbeda secara berarti, signifikan. Kita tak dapat memahami perbedaan yang akan kita alami kemudian. Kita akan hanya dapat mempercayakannya kepada Allah dan percaya bahwa Ia akan melakukan yang terbaik, dan memberikan kepada kita keinginan hati kita, tetapi kita harus juga sadar bahwa keinginan-keinginan yang kita milik sekarang akan berbeda dengan keinginan-keinginan yang akan kita miliki dalam tubuh rohaniah yang baru nanti.

Itulah yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus tatkala ia berkata:”Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.
Sebelum Transfromasi itu berlaku atas kita semua, maka tubuh yang terdiri dari daging dan darah ini harus mati selama-lamanya. Ia harus ditaburkan dalam semua kekorupsiannya yang secara konstan bertambah tua, bertambah lemah, dan mengalami perubahan rupa atau penampilan. Tubuh alamiah ini akan ditaburkan seperti menabur benih, agar nanti bangkit tubuh rohaniah. Kita semua akan mati oleh sebab-sebab yang alamiah. “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa darah dan daging tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Now this I say brethern, that flesh and blood can not inherit the kingdom of God, neither does corruption inherit corruption.

Yang satu harus mati dibinasakan, yang lain harus berada, harus exist. Bagaimana tubuh dari daging ini yang terkorupsi oleh kuasa dosa dapat masuk dalam ruang kehadiran Roh Kudus. Bagaimanakah hal itu masuk ke dalam kehadiran Roh Kudus. Sebelum kita hidup dalam tatanan sempurna dengan Allah sedemikian, maka tubuh kita ini harus dibangkitkan dalam suatu keadaan yang sempurna seperti tubuh Tuhan Yesus Kristus setelah kebangkitan itu. Kemudian terjadilah bahwa yang dapat binasa mengenakan yang tidak dapat binasa. Yang dapat mati akan mengenakan yang tidak dapat mati.

Yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa. For this corruptible must put on incorruption, and this mortal must put on immortality. Tatkala semua itu terjadi maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis:”Maut telah ditelan dalam kemenangan, Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? The sting of death is sin. Sengat maut ialah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita, KEMENANGAN oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita hanya akan tertidur saja. We simply fall asleep. Kita yang seluruh diri kita terpapar pada Tuhan Yesus Kristus akan mendapatkan Tubuh Kebangkitan. Suatu Tubuh yang dimuliakan diberi kuasa Roh Kudus. Kita menjadi bebas dari ketakutan, bebas dari kekalahan karena kematian, dan bebas dari berdosa terhadap Hukum Tuhan.Kebebasan itulah yang harus kita nyatakan dalam kehidupan yang telah dibangkitkan, tatkala kita percaya kepada-Nya. Siapkah Anda bertemu dengan Kristus di angkasa? Ataukah kita hanya akan berjumpa dengan Kristus pada Penghakiman di mana kita mendengarkan Vonnis Final kita berupa Kematian atau Kebinasaan Kekal? Demikianlah kita akan memiliki tubuh rohaniah , tubuh kemenangan atas maut dan berada bersama Kristus. “Karena itu, saudara-saudara yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia. Amin.