GALATIANS 1:1-5.
Oleh : Pdt.Hallie Jonathans.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Pdt. P.T. Forsythe berkata:”Rahasia Tuhan adalah pada mereka yang telah dipatahkan oleh salib-Nya, dan disembuhkan oleh Roh-Nya”. Salib dan Roh Kudus, itulah yang sangat dimuliakan oleh orang-orang Galatia. Salib Kristus itu adalah jalan satu-satunya kita dapat memperoleh pembenaran di hadapan Allah atau berada dalam hubungan yang telah dibenarkan oleh Allah. Sedangkan Roh Kudus adalah jalan satu-satunya orang dapat mematuhi Allah.
Apapun yang mengecilkan keindahan dan kecukupan akan apa yang terjadi di atas salib Tuhan itu, adalah sesuatu yang terkutuk, anathema, bagi Paulus. Apapun yang meletakkan kehendak-kehendak kita atau lari kita di mana Roh Kudus seharusnya berada, adalah suatu pedukunan atau suatu pesihiran.
Ada orang-orang yang mempengaruhi orang Galatia untuk meletakkan diri mereka di mana Roh Kudus seharusnya berada. Ada yang berkata yang penting adalah pekerjaan-pekerjaan mematuhi Hukum Taurat, di mana sesungguhnya Iman akan (Yang Di) Salib seharusnya berada.
Kita harus mempelajari Buku atau Surat Galatia ini.Betapa sesungguhnya kita harus jatuh cinta kepada Kristusnya orang atau Jemaat Galatia ini.
Salam dari Paulus dan Inti dari Pesan Rasul Paulus. Kita lihat ayat 1-5. Mari kita lihat ayat 1. Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Betapa uniknya otoritas Paulus itu, seorang rasul yang tidak tergantung pada manusia tetapi otoritasnya didapatkannya dari dari Kristus dan dari Allah Bapa.
Dalam ayat 2, Dan dari semua saudara, yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia. Paulus menyataan bahwa semua saudara berdiri bersama dengan Paulus dan berdiri di belakang surat ini. Persaudaraan Paulus adalah lebih tepat suatu Hubungan dalam Kepejabatan, hubungan dalam Kerasulan, Apostolic Brothers.
Ayat 3-5 dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
Ayat 3: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah bapa kita,dan dari Tuhan Yesus Kristus. KASIH KARUNIA sekarang dapat datang kepadamu. Kemuliaan sekarang dapat pergi kepada Allah, Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya”.
Sebab Kristus telah menyerahkan diri-Nya, karena dosa-dosa kita, dan telah membebaskan kita atau melepaskan kita dari dunia orang mati. Ayat 3 adalah suatu Penganugerahan Kasih Karunia, dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Dan ayat 5 merupakan suatu askripsi yang tertulis atau yang menerangkan:”Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya”.
Sandwhiched atau diapit di antara ayat 3 dan 5 adalah ayat 4, yang merupakan dasar bagi mereka: Kematian Kristus bagi dosa-dosa kita dan kelepasan kita dari dunia jahat yang sekarang ini. Salam dalam surat Galatia merupakan juga preview dari isi seluruh surat Galatia ini.
Apa artinya menjadi seorang Rasul? Artinya menjadi seorang yang diutus. Dalam Yohanes 13:16 dinyatakan:”Aku berkata kepadamu:”Sesungguhnya seorang hamba tidak lebih tinggi dari pada tuannya atau seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya”.
Rasul adalah representatip yang diutus keluar oleh sebuah Gereja untuk melakukan suatu Missi. Dalam Filipi 2:25, Epafroditus disebut Paulus sebagai Saudaraku dan Teman Sekerja serta Teman Seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku”. Mereka yang dalam 2 Kor. 8:23 , yang ditetapkan oleh Gereja-gereja Makedonia, untuk menolong Paulus untuk mengumpulkan uang bagi orang-orang miskin di Yerusalem, disebut sebagai rasul-rasul Gereja-Gereja, apostles of the churches. Mereka adalah orang yang ditunjuk atau ditetapkan oleh Gereja-gereja untuk mewakili mereka dalam missi mereka.
Paulus menolak kalau juga disebut rasul dalam pengertian seperti ini. Ia berkata bahwa ia menjadi rasul bukan dari manusia atau melalui manusia. Jangan samakan kelas Paulus dengan mereka yang menjadi rasul berdasarkan rekomendasi manusia. Saya tidak dibuat menjadi rasul tidak berdasarkan keputusan suatu Sidang Sinode atau suatu Konsili Gereja. Saya menjadi rasul melalui Yesus Kristus dan Allah Bapa yang telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Dengan demikian Paulus menjadi rasul atas Yesus Kristus oleh kehendak Allah. ( 2 Kor.1:1).
Paulus menyatakan bahwa kerasulannya adalah kerasulan yang dimulai dengan pekerjaan di bidang itu dengan sungguh. Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? “Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku di dalam Tuhan? Sekalipun bagi orang lain, aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu, aku adalh rasul,. Sebab hidupmu dalam Tuhan nadalah meterai dari kerasulanku”.(1 Kor.9:1-2). Dalam 1 Kor.15:5-8, dinyatakan:”bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada duabelas murid-Nya, Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada Yakobus. Kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir, dari semuanya, Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti anak yang lahir sebelum waktunya”.
Paulus adalah Rasul yang diutus oleh Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 26:16 dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus:”Tetapi sekarang bangunlah, dan berdirilah, Aku menampakkan diri kepadamu, untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah Kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti”. Paulus ternyata adalah bersama dengan Para Rasul (the unrepeatable apostles) yang bersama-sama dengan para nabi PL adalah fondasi dari Gereja. Dalam Filipi 2:20 dinyatakan:”Gereja atau kawan Sewarga, dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai Batu Penjuru. Dalam Galatia 2:8 dinyatakan:”Karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus, untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga telah memberikan kekauatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat”. Apostleship to the circumcision, Apsotleship to the Gentiles.
Kristus yang duduk di sebelah kanan tangan Bapa, yang mengatasi semua ciptaan, dan Kepala Gereja, telah menampakkan diri-Nya kepada Paulus, di Jalan Ke Damaskus. Ia telah diutus untuk berkhotbah dan mengajar, (to preach and teach), dan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, dengan otoritas yang sama telah
diberikan Kristus kepada Keduabelas Murid-Nya itu, The Twelve.
Paulus memilki tempat yang unik dalam sejarah penebusan, dan kepadanya juga telah diberikan otoritas bukan hanya dalam pribadinya, tetapi dalam Perjanjian Baru. Ia memiliki juga otoritas memerintah dan mengajar Gereja atau Jemaat Kristus. Dalam 2 Kor. 13:10 dinyatakan Paulus:”Jangan sampai aku tidak terpaksa bertindak keras dengan kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku,
Bagaimana dengan kita? Apakah idea kita, sikap atau perlilaku kita, kebiasaan-kebiasaan kita hari demi hari diletakkan atas penelitian dengan cermat dan atas otoritas mutlak dari rasul-rasul? Bukankah hal demikian amat jarang?
Apakah Kristrus adalah Tuhan Kemuliaan dari hidup kita? Tak ada perjumpaan yang hidup dan yang merubah kita sedemikian rupa berkat perjumpaan atau encounter kita dengan Tuhan. Kita membaca Alkitab dengan halangan kabut menghalangi kita. Alkitab bukan saja memiliki otoritas atas kita dan kehidupan kita, tetapi kita juga perlu meletakkan pikiran-pikiran dan hati kita kepada otoritas rasuli tadi, dan Pauluslah yang melakukan representasi otoritatif yang benar.
Otoritas Paulus membedakan Paulus dari The Twelve, sedangkan pesannya mengikat Paulus kepada The Twelve. Surat Galatia sebeanrnya bukan hanya ditujukan kepada Jemaat-jemaat atau Gereja-Gereja di Galatia saja, tetapi jauh lebih luas dari itu.
Kasih karunia bagimu dan kemuliaan bagi Allah. Grace to me and Glory to God. Bila dosa begitu menekan kita sehingga kita sendiri terperangkap dalam dosa dan kegelapan, dalam Yohanes 17:15 Tuhan berdoa:”Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dalam dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat”. Tetapi bagi kita yang percaya, kita dapati Firman:”Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan, dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya, yang kekasih. Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa”.
Jangan jatuh cinta kepada cinta akan dunia yang sekarang ini. Demas meninggalkan Paulus karena cinta akan dunia yang sekarang ini. Dalam Roma 12:1 dinyatakan “Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah, aku menasehatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah, Itu adalah ibadahmu yang sejati”.
Biasanya dikatakan diperlukannnya suatu paradigma baru. Orang juga berkata diperlukannya suatu mind’set yang baru. Dalam Alkitab dinyatakan diperlukannya suatu pembaruan budi. Apa saja dapat Saudara gunakan.
Live every moment by faith in Him. And you will not think or feel the way the world does. He died to free us from a mind’set that leads to destruction, and He rose and authorized the writing of this Book Galatians, to fill us with a mind’set that leads to eternal life. Amen.
