Berita

Menyampaikan Kabar Baik Kepada Orang-orang Sengsara

13 July 2010, 13:54

(PERHIASAN KEPALA GANTI ABU)

Yesaya 61:1-6.

Oleh : Pdt.Hallie Jonathans

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Para Imam, Raja, dan juga para Nabi, biasanya untuk menduduki jabatannya atau untuk melakukan fungsinya, merek dikhususklan atau disendirikan, separated, dengan cara memberikan atau menumpahkan minyak di atas kepala mereka. Itulah konsekrasi atau penyucian atau penyendirian oleh Allah atas merteka. Konsekrasi ini dilakukan dengan Peneguhan dalam Jabatan dan Penumpangan Tangan Rasuli, tanda Penyertaan Roh Kudus dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan Penatua dan Diaken. Sebagai Gereja yang Esa, Kudus, Am dan Rasuli, maka GPIB telah menetapkan jabatan Pendeta, Penatua dan Diaken sebagai Mundus Ordinarum, atau Pejabat Gereja. Mundus Extraordinarum, yakni Para Nabi dan Rasul adalah jabatan yang diwarisi kenabian dan sifat rasuli Gereja tanpa menetapkan seorang menjadi Nabi dan Rasul. Jabatan Pemberita Injil dan Pengajar diintegrasikan dalam jabatan Pendeta, Penatua dan supaya pemberitaan Firman tidak terhalang, maka ditetapkan jabatan Diaken. Sifat Rasuli dan Sifat Imamat Am orang Percaya, menjadi pegangan utama dalam memberikan dasar kepejabatan semua orang percaya. Dengan demikian kita harus memahami bahwa jabatan umum itu adalah sebagai raja, imam dan nabi. Kinghood, Priesthood and Prophethood, menjadi suatu Pemerintahan Gerejawi yang Am, Imamat Am dan Kenabian Am, Ke-Raja-an Am atau General Kinghood, General Priesthood, General Prophethood. Oleh sebab itu, Tuhan memaparkan kepada kita the Office of all offices, Jabatan dari sebagala jabatan, yakni apa yang disandang Tuhan dalam Yesaya 61 atau Lukas 4:18-19.

Dalam Lukas 4 , kita melihat bahwa Tuhan Yesus sendiri juga telah menerima penyendirian ini, dengan pencurahan Roh Kudus atas diri-NYA. Kapankah hal itu terjadi? Terjadi tatkala Tuhan dibaptiskan. Tatkala itu Roh Allah turun ke atas-Nya bagaikan burung merpati, menandakan bahwa Kristus menerima suatu perintah ilahi,(divinely commissioned), agar melakukan pekerjaan sebagai Messias, the office of Messiah. Demikian juga dalam permohonan dan pengalaman yang sama, penumpangan tangan rasuli berarti menerima Roh Kudus untuk melakukan suatu perintah ilahi. (Impartation pf The Holy Spirit to Accomplish This Divinely Commission).

Tuhan Yesus disebut sebagai Messias. Nama lainnya yang sama artinya adalah Yang Diurapi: Kristus. Pengurapan dilakukan dengan pengurapan yang menggunakan minyak urapan. Annointing atau pengurapan itu dengan demikian melambangkan impartasi Roh Kudus ke dalam hidup manusia percaya yang kepadanya diberikan suatu tugas khusus. Tetapi, pertanyaannya adalah apakah semua para Imam, Raja, dan Nabi dengan demikian telah dipenuhi oleh Roh Kudus?

Tugas pembebasan nampaknya sangat umum. Juga terasa sangat besar. Kita tahu bahwa teologi pembebasan juga mendasarkan ajarannya pada ayat-ayat pembebasan ini. Lihatlah, bahwa akhirnya Tuhan Yesus Kristus, Messias kitalah yang menerima penugasan pembebasan yang sangat besar.

Simaklah, apabila dikatakan tentang Dia:

1. Roh Tuhan ada pada-Nya. Ia telah mengurapi Kristus dengan Roh Kudus saat pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis.

2. Ia telah mengutus Kristus untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang sengsara.

3. Merawat orang-orang yang remuk hati.

4. Untuk memberitakan pembebasan kepada orang -orang tawanan.

5. Dan kepada orang-orang terkurung kelepasan dari penjara.

6. Untuk memberitahukan Tahun Rahmat Tuhan, dan Hari Pembalasan Allah kita.

7. Untuk menghibur semua orang yang berkabung.

8. Untuk mengaruniakan kepada mereka PERHIASAN KEPALA,GANTI ABU. Atau MINYAK UNTUK PESTA, GANTI KAIN KABUNG.

9. Nyanyian Puji-pujian ganti Semangat Yang Pudar.

10 Mereka disebut Pohon Terbantin Kebenaran.

11 Mereka disebut Tanaman Tuhan. Untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

12. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad.

13. Akan Mendirikan kembali tempat yang dahulu sunyi.

14. Mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh.

15. Mereka akan disebut Imam Tuhan, dan akan dinamai Pelayan Allah kita.

Apa artinya bagi para Penatua dan Diaken ? Artinya mereka dan kita semua melihat dengan jelas semua perintah ilahi atau divinely commissions yang telah diberikan oleh Bapa di Surga kepada Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Mereka dan kita harus memgambil bagian dalam pelaksanaan Tri Tugas Panggilan Gereja yaitu, Persekutuan , Pelayanan dan Kesaksian.

Dunia kita memerlukan keselamatan. Dunia kita memerlukan Pembebasan.

Dunia kita perlu kelepasan dari Kekerasan dan Bahaya Perang. Dunia kita memerlukan Mentalitas Kristus, kepelayanan Kristus, bahkan meniru Kristus untuk memperdamaikan semua orang yang tadinya berseteru dengan Allah dan dengan sesamanya.

Kita tahu bahwa angkatan muda kita tidak boleh jatuh ke dalam pesimisme, ke dalam pemahaman bahwa Masa Depan Memang Suram. Bukankah telah ditemukan slogan baru , Masa Depan Ceria? Tuhan Yesus menyatakan kepastian tentang masa depan yang berpengharapan itu dengan tajam dalam Lukas 4:18-19. Bagaimana pendidikan dan kesehatan angkatan muda kita? Apakah suatu pendidikan menyangkut semua aspek kehidupan? Kita berdoa, agar kaum muda diutus oleh Kristus untuk menyampaikan Berita Sukacita kepada generasinya. Syaratnya adalah bahwa kita semua harus terlebih dahulu menjadi rendah hati. Kata firman, orang-orang yang remuk hati. Artinya mereka yang lembut dan penurut. Menjadi Pejabat Gereja berarti menghentikan semua perbuatan yang menakutkan, penuh kekerasan dan keras hati. Kita harus menghentikan budaya kekerasan, seperti menghentikan korupsi, kekerasan, sikap tidak peduli, gaya hidup hedonis, sekarang juga. Peneguhan ini berarti membangun Budaya Kelembutan, Rasa Hormat dan Akuntabilitas dalam semua bidang. Oleh sebab itu kita juga harus menjadi ciptaan baru terlebih dahulu. Kita semua harus menerima Kristus sebagai Juruselamat Gembala yang memimpin umat manusia ke masa depan yang berpengharapan itu. Kita harus memiliki hubungan yang hidup dan membawa arti kehidupan bagi diri dan bagi sesama yang dilayani.

Bayangkan bahwa mereka juga harus memiliki kepekaan akan situasi diri, sesama dan lingkungan mereka dalam masyarakat , dalam Gereja dan dalam dunia ini. Bagaimana potret masyarakat kita? Kita sedang berada dalam keterpurukan. Dari soal pendidikan sampai pada soal lingkungan, dari Infotainment sampai pada Panggung Kehidupan yang Nyata yang bukan Sandiwara. Ibarat Film, maka akhir Film itu nampaknya akan jadi Sad Movies, always make me cry. Tetapi, sebaliknya, apabila kepada mereka diberikan Happy Ends Movies, maka janganlah kita memberikan Happy End yang dangkal. Bukankah dengan demikian kita tidak pernah akan dapat membangun suatu masyarakat yang produktif, kreatif dan yang positip, yang menjaga kebangsaannya sehingga mampu meberikan kontribusi bagi pembangunan suatu dunia yang adil dan sejahtera.

Tuhan Yesus datang sebagai Juruselamat, untuk

1. To Preach Good Tidings to the meek, Memberitakan Kabar Baik kepada mereka yang miskin, rendah hati, bahkan tidak berdaya.

2. To Bind Up the Broken Hearted. Menjalin Kembali Hati yang Remuk.

3. To Proclaim Liberty to the captives. Untuk memproklamasikan Pembebasan kepada Tawanan dari pelbagai keinginan dan kehendak yang justru memperbudak manusia dan sekaligus merendahkan derajatnya yang seharusnya adalah citra atau gambar Allah.

4. To comfort all that mourn.Menghibur semua yang bersedih.

5. To give unto them a garland instead of ashes. Memberikan mereka minyak pesta ganti abu kepedihan hidup yang terus menerus mendera manusia. Garland artinya semacam karangan bunga diuntai sebagai perhiasan atau mahkota. Dalam KJV dinyatakan : Beauty for ashes, bayangkan betapa agung, mulia dan menkjubkannya keindahan, kecantikan yang dinyatakan Allah itu. Keindahan dan kecantikan dari Allah itu melawan semua bentuk Keburukan Dunia yang Terkutuk karena Dosa.

6. Oil of joy for the mourning. Minyak Sukacita ganti Kesedihan.

7. Garment of Praise for the sprit of heaviness. Pakaian Pujian ganti Roh yang Memberatkan.

Abu merupakan simbol kesedihan dan kepedihan. Bagaimana tidak sedih melihat pendidikan yang serba pas-pasan saja. Bagaimana kita dapat bergembira, apabila Agama juga berdiam diri terhadap semua ancaman kekerasan dan ketimpangan sosial yang begitu hebat mewarnai keadaan bangsa dan Negara kita. Bagaimana kalau kekerasan justru terjadi dalam rumah tangga Kristiani kita? Berapa besar pendapatan kita per kapita dalam satu tahun? Selanjutnya abu merupakan tanda dari sekali lagi kesedihan, kepedihan, kesusahan, kehilangan, bereavement; kegagalan, failure, dan dan keputus-asaan atau despair itu?

Perhiasan, keindahan yang diberikan oleh Roh Kudus kepada kita adalah , garland is a lovely fragrant symbol of Joy, Gladness, Blessing, , Success and Reward . Simbol keharuman yang begitu semerbak, Keindahan atau Beauty, Sukacita, Kegembiraan, Berkat-berkat Kehidupan, Sukses atau Keberhasilan, dan Hadiah Besar. Juruselamat kita Tuhan Yesus Kristus telah datang untuk menggantikan abu dari dosa duniawi, kesusahan dan kepahitan (earthly sin, sorrow and bitterness), dengan Perhiasan Kepala yang diturunkan dari sorga, berupa Perhiasan Kepala Keselamatan, dan Penghiburan dan Berkat , garlands of Salvation, Consolation and Blessing. Garland artinya Karangan Bunga.

Ia datang membawa :

1. Perhiasan Kepala Pengharapan, ganti Ketakutan.(Garlands of Hope, for the Ashes of Fear).

2. Garlands of Love for the Ashes of Hate. Perhiasan Kasih ganti abu kebencian;

3. Garlands of Divine Friendship for the Ashes of Human Loneliness. Perhiasan Persahabatan Ilahi, ganti Abu Kesendirian;

4. Garland of Promise for the Ashes of Regret, Perhiasan Janji Allah ganti Abu Penyesalan;

5. Garland of Joy in God, for the Ashes of Sorrow in Sin. Perhiasan Sukacita dalam Tuhan , ganti Abu Dukacita dan Dosa;

6. The Garland of Inward Healing for the Ashes of Soul Sickness. Perhiasan Penyembuhan Dalam, ganti Abu Sakit Jiwa,

7. The Garland of Moral Victory for the Ashes of Defeat. Perhiasan Kemenangan Moral ganti Abu Kekalahan,

8. The Garland of Spiritual Liberty for the Ashes of Bondage.Perhiasan Kemerdekaan Rohaniah ganti Abu Perhambaan.

9. The Garland of Heart’s Ease for the Ashes of Unrest. Perhiasan Hati yang Rela/Tulus ganti Abu Kegelisahan.

10.Garland of Godly Contentment for the Ashes of Worldly Envy. Perhiasan Ketercukupan Ilahi ganti Abu Iri Hati Duniawi.

11.The Garland of Worthwhile Life for the Ashes of Godless Pleasure. Perhiasan Kehidupan Yang Berguna , ganti Abu Kesenangan Tanpa Allah.

Jangan kita perlihatkan sekedar kegerejaan kita, disebut Churchianity, sebab yang harus kita perlihatkan adalah Christianity, artinya bahwa Kristuslah yang menguasai kita, Sikap, dan Perilaku Kristuslah yang kita miliki.

Tuhan Yesus tidak datang untuk menimbuni kehidupan manusia dengan Bunga Kematian, Funeral Wreath, Rangkaian Bunga Kematian,; tetapi menimbuni kehidupan manusia dengan Garlands of Forgiveness , Perhiasan Pengampunan Garlands of a Glad New Creation. Perhiasan Ciptaan Baru Yang Penuh Sukacita . May God sees in you, so the Congregation do, your radiant joy, which only Jesus gives. Bercahayalah seperti Kristus, yang tetap tegak menuju salib-Nya, bahkan bangkit dan naik ke surga dan akan datang kembali menjemput kita memasuki Rumah Kekal. Tetapi sebelum itu, marilah kita melihat pada Dunia Bapa kita, memeliharanya bagi semua bangsa yang menghendaki Perdamaian Abadi. Amin.