Berita

Lot Gambaran Kasih Karunia Allah

1 March 2010, 10:40

Kejadian 19:12-23
oleh : Pdt.Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Lot adalah gambaran pribadi yang larut dalam dosa kota Sodom tempat di mana ia memiliki kedudukan dan kehormatan sebagai warga kota dan masyarakat. Ia berhadapan dengan meluasnya homoseksualitas ke seluruh kota. Homoseksualitas yang merupakan kebencian bagi Allah. Sodom menjadikannya way of life. Mungkin teramat disadari bahwa dalam dunia Fashion dan Hair Dressing, kegiatan Sinetron dan Film hal homoseksualitas bahkan menjadi semacam tuntutan kelompok meskipun amat dirahasiakan. Dapat juga setengah terbuka dan selebihnya menjadi bahan seloroh dan bahan lawakan yang tak habis-habisnya.
Itulah sebabnya, Lot pernah menawarkan kedua anak perempuannya kepada gerombolan yang hendak menyodomi Dua Tamu Lot yang adalah malaikat-malaikat Tuhan. Kedatangan kedua malaikat itu adalah untuk membinasakan kota Sodom beserta warganya. Tetapi malaikat-malaikat itu juga datang untuk menyelamatkan Lot dan kaum keluarganya sepanjang dapat ia jangkau untuk meninggalkan kota Sodom. Sodom, sebuah kota yang jatuh ke dalam penghakiman dan penghukuan Allah yang sangat mengerikan. Manusia Sodom telah kecanduan praktek seksualitas yang merusak, yang disebut perverted lust. Mereka mau melakukan sodomi atas Dua Orang Laki-laki yang mereka ketahui disembunyikan oleh Lot itu. Kompromi Lot terhadap orang Sodom dan praktek sodomi atau homoseksualitas serta implikasi sosial yang sangat luas atasnya merupakan suatu kejahatan di mata Tuhan. Namun Lot karena memang tidak melakukannya sendiri, mendapatkan belas kasihan Tuhan. Upaya berada dalam kota dan tinggal dengan semua fasilitas dan kehormatan dalam kota itu merupakan upaya untuk tetap hidup comfort dan tidak kehilangan kehormatan yang menurut Lot cukup banyak diraihnya. Kompromi sosial budaya dan sosial lainnya yang dilakukan Lot justru membawa Lot pada posisi yang amat membahayakan dirinya. Istri Lot kita ketahui kemudian menjadi Tiang Garam. Memang bukan karena homoseksualiyas tetapi karena menengok ke belakang. Namun dengan adanya serangan yang mau diwujudkan dalam serangan seksulaitas yang merusak itu (perverted sexual assault),maka nyata bahwa Lot sebenarnya kurang diperhitungkan oleh penduduk Sodom. Kita tahu bahwa kemudian Kedua Malaikat itu menyerang para penyerang sexual itu sehingga semua penyerang seksual itu menjadi buta. Lot yang kehilangan kewibawaan sebagai orang yang terhormat di kota berdosa itu harus menghadapi hukuman Tuhan atas kotanya, dan itu berarti akan tiadanya kedudukan kehormatan dan fasilitas sosial lainnya bagi Lot. Bukankah kita lihat bahwa di mata calon-calon menantunya Lot tidak mendapatkan penghargaan? . mereka menganggap lot hanya berolok-olok. Gaya hidup dan contoh hidup Lot dalam melakukan suatu kompromi yang amat mendalam terhadap dalam multi aspek kehidupan yang berdasar pada gaya hidup homoseksualitas. Seorang kompromis pada saat berdiri untuk Allah menjadi justru orang yang diragukan baik hidupnya maupun berita apapun yang hendak dikemukakannya. Termasuk juga pada penyampaian rencana hukuman Allah atas Sodom. Tatkala Lot mengetahui dari para Malaikat Tuhan itu berencana memusnahan kota Sodom, Lot justru berlambat-lambat, Lot lingered. Itulah sebabnya Kedua Malaikat itu memegang tangan Lot tangan istri dan kedua anaknya, sebab Tuhan hendak mengasihani dia. Mereke di bawa Kedua Malaikat keluar kota dan di sana mereka dilepaskan. Mereka berada di Lembah Yordan . Dalam Yudas ayat 23 dinyatakan: ”Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu. Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api”. Lot berlambat-lambat dan ragu-ragu.Tetapi kasih karunia Tuhan tidak berlambat-lambat dan tidak ragu menyelamatkan Lot. Lot’s lingering would have been his ruin. Berlambatnya Lot akan merupakan kehancurannya. Dengan demikian yang dialami Lot adalah Kekerasan Yang Diberkati dari Kasih Karunia Allah atasnya. The Blessed Violence of Grace. Kita juga melihat dalam Peristiwa ini adanya suatu Perintah bagi Semua Orang Percaya. A Word of Instruction for All Believers. Lihat ayat 17. Kata Malaikat itu:”Larilah, selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti, di manapun juga di lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap”. Lot memang telah diselamatkan dari bahaya yang akan menimpa Sodom. Tetapi ia masih juga belum selamat sepenuhnya. Lot was still in danger. Ia tidak boleh berhenti di lembah Yordan. Do not rest in the plain. Escape to the mountain. Larikanlah dirimu ke gunung. Gunung merupakan Tanda Kehadiran Allah. Gunung merupakan Tempat Allah hendak bertemu dengan Umat-Nya. Gunung berarti tempat ketinggian yang tidak lagi selevel dengan manusia, di mana Allah adalah Allah Yang Maha Tinggi. Gunung kita kenal dalam ucapan Votum, yang didahului dengan kata-kata:”Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Escape for your life.
Berlarilah untuk menyelamatkan hidupmu. Kalau kita tahu ada bahaya dalam kehidupan kita atau ada bahaya yang tinggal di sekitar kita, maka Firman ini juga kembali berbicara kepada kita: Pergilah, tinggalkan Lembah Hidup kita, larilah ke Gunung Allah. Berlarilah ke tempat di mana Allah memberikan kepada kita keamanan dan keselamatan yang sepenuhnya. Bukankah dalam Kristus Yesus kita telah diselamatkan dari penguasaan dosa dan maut? Larilah meninggalkan Dosa, Setan dan Dunia. Flee from Sin, Satan and the World. Jangan tinggal terus dengan Dosa, Setan dan Dunia. Jangan biarkan juga Dosa, Setan dan Dunia tinggal juga dalam Rumah kita.Kalau demikian keadaannya, usirlah Dosa , Setan atau Dunia itu. Ada banyak kisah tentang orang ketiga yang tadinya hanya numpang di rumah sepasang suami istri. Tatkala suami pergi untuk waktu yang lama meninggalkan rumah, orang ketiga akhirnya terelasi sedemikian jauh dengan Istri dari Suami yang pergi bertugas lama di tempat yang jauh itu. Terjadilah perceraian dan orang ketiga kemudian menjadi suami dari Istri orang itu. Atau dapat juga sebaliknya. Karena menganggap hanya memberikan tumpangan kepada “keponakan” yang sudah jauh bertumbuh dewasa, maka Istri tanpa ragu meninggalkan suami sendiri dengan “keponakan” wanita dewasa itu di rumah. Berhari bahkan berbulan Istri meninggalkan suaminya di rumah. Suami itu juga kerjanya tak kalah penting, sebab harus juga sering meninggalkan kota karena kerja. Namun akhirnya karena sering ditinggalkan berdua dengan “keponakannya”, maka terjadilah perkara yang dapat kita duga. Pasangan suami istri ini kemudian bercerai dan mantan suami menikahi “keponakannya”
Oleh karena itu keselamatan bukanlah sekedar diberikan Tuhan kepada kita. Meskipun Alklah telah menyelamatkan kita dalam Kristus Yesus, tetapi bagi kita ada tugas untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kalau kita tidak mengerjakannya atau masih membiarkan semua itu tinggal di rumah kita atau kita di Lembah Yordan, maka kita akan binasa. Run, Run, Run, Flee, Flee. Flee. Berlarilah, Menjauhlah dari semua itu. Usirlah dan keluarkanlah bahaya yang mengintai engkau dalam rumahmu sendiri. Jangan menengok ke belakang!. Kita harus melupakan semua yang di belakang kita. Kita harus berlari mencapai apa yang justru terletak di depan kita. Apapun akan kita perhitungkan sebagai sebuah kerugian karena bagi kita hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan. Kita sudah berada dalam Kristus. Bahkan Paulus menyatakan semua dianggapnya sampah. Semua itu tatkala bertemnu dengan Kristus yang adalah segala-galanya bagi dia dan bagi kita juga.
Jangan mengingini dunia, Do not hanker after the world. Larilah dari padanya. Jangan menengok ke belakang. Apabila kita mengengok ke belakang , kita tak layak bagi Kerajaan Allah. Jangan mengundurkan diri. Pembajak yang baik jangan menengok ke belakang. Pekerja Tuhan yang baik idem dito. Namun Lot memilih Zoar. Zoar berarti Kota Kecil. Jadi sebuah Tujuan Kecil. Lot menjadikannya Tujuan Antara, yang bagi Allah teramat Kecil. Bukankah ia harus berlari ke gunung yang ditetapkan Allah. Kitapun demikian. Kita suka menentukan Tujuan Antara Kecil yang Masih Tetap Berbahaya, ketimbang Mecapai Tujuan Akhir yang Menyelamatkan secara Sempurna. Kita suka berhenti di Intermediate Objective, ketimbang mencapai Final Objective. Zoar adalah Kota Pilihan Lot. Kita memang selalu memilih Tujuan Kecil sedemikian itu dalam berbagai langkah kehidupan dan pencapaian kita. Gunung adalah Tujuan Pilihan Allah. Mengapa Lot memilih Zoar? Sebab ia takut tidak memiliki cukup kekuatan untuk mencapai Gunung, Tujuan, Objective atau Destination yang ditetapkan Allah itu. Lot bagaikan pengendara mobil yang tidak percsys bahwa Tuhan akan memberkati Fuel atau bahan bakar dan Oli Pelumas yang cukup untuk mencapai Tempat Tujuan yang sebenarnya. Itulah attitude manusia meskipun dalam sengsara, tetapi justru mau tetap mencari kemudahan hidup. Manusia Leisure Type, Malas Rohani dan Jasmani. Type-type manusia seperti ini amat membahayakan. Bukankah kasih karunia Allah selalu cukup bagi kita untuk melaksanakan perjalanan kehidupan guna mencapai tujuan yang ditetapkan Allah? Lihat bagaimana lemahnya Lot. Dalam ayat 19 dan 20 , Lot menyatakan kelemahan imannya. Jadi manusia dalam keadaan yang paling berbahayapun tetap memilih mengikuti kelemahan imannya ketimbang lari menyela -matkan diri dengan seluruh kekuatan iman , akal budi dan kekuatan fisiknya. Kita lebih mau menyerah ketimbang melakukan perlawanan habis-habisan melawan dosa ataupun orang yang bermaksud jahat atau bencana yang potensial akan menimpa kita. Lawanlah, usirlah, larilah daripadanya. Mari kita usir keluar musuh itu. Mari jangan berhenti di Zoar, larilah ke Gunung yang Ditetapkan Allah. Berlarilah mencapai Allah di tempat yang Ia tetapkan bagi kita. Dalam ayat 21 dan 22, Allah menyatakan kepanjang-sabarannya. Allah melalui Malaikat-Nya menyetujui tawaran turun dari Lot. Tuhan bahkan tidak akan bertindak membinasakan Sodom dan bahaya yang diakibatkannya bagi sekitarnya sampai Lot mencapai Zoar. Allah menunggu Lot. Allah juga akan menunggu sampai kita dapat mencapai kota keselamatan kita yang sementara itu. Ia lebih suka agar kita dapat mencapai Kota Keselamatan kita yang Sebenarnya. Sampai kita benar-benar selamat. Kita tahu bahwa Waktu Singkat, tetapi kita hidup seolah Waktu yang kita miliki itu masih Panjang.Padahal , kita telah banyak kehilangan waktu. Kita harus menebus waktu itu. We have to redeem the time. Banyak waktu yang terbuang dan tak akan kembali. Kalau saja kita dapat menebus waktu-waktu yang telah hilang itu. Jadi nyanyiannya bukan If Only I’d Time, tetapi If only I could Redeem The Time. Berlarilah, Pergilah, Jangan menengok ke Belakang, Run.run for your life. Run to the mountain, for God is the God of the Mountains, not of the Plains. Mountains stood tall, mighty, a high place to meet God The Most High. Larilah ke Gunung, sebab Allah adalah Allah Gunung-Gunung. Bukan Allah Lembah-Lembah. Di sana kita bertemu dengan Tuhan. Seperti Musa menghadap Tuhan di Gunung. Tuhan Yesus , Musa dan Elia melakukan Summit Meeting di Gunung. Akhirnya setiap Konperensi Penting Para Pimpinan Negara disebut Summit Meeting atau Summit Conference. Orang Kristen selalu bernyanyi : Ke Tempat yang Lebih Tinggi, Higher Grounds,sekali lagi Higher Grounds. Kita nyanyikan “Ya Tuhan angkat diriku, lebih dekat kepada-Mu, di Tempat Tinggi dan Teguh, Tuhan mantapkan langklahku”. Dalam perspektip kekekalan jangan kita takut menyanyikan:

HIGHER GROUND.
(Johnson Oatman, Jr; Chas E Gabriel).

I’m pressing on, the upward way, New heights I’m gaining everyday, Still praying as I’m onward bound, Lord plant my feet on Higher Ground. Chorus: Lord, lift me up and let me stand, By faith on Heaven’s table land, A higher plane than I have found, Lord plant my feet on Higher Ground. Amen.