Kisah Para Rasul 3.
Oleh Pdt.Hallie Jonathans.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Dalam Kisah 3:6 , Rasul Petrus menyatakan suatu pernyataan yang amat hebat dan pasti kita ingat:”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:Demi nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, Berjalanlah!”.
Biasanya kita bertanya, what is in a name. Nama itu sangat banyak arti dan manfaatnya. Nama itu ada sehubungan dengan identitas keturunan, harapan dan doa yang diberikan atas seorang tertentu saat ia lahir. Nama bahkan dirancang jauh sebelum anak lahir. Tetapi bagaimana dengan nama Tuhan Yesus Kristus? Nama-Nya Yesus.
Nama dalam formula religius dan dalam praktek religius dimunculkan dalam identifikasi dengan pribadi kepada siapa nama itu diberikan. Di dalamnya dipercayai terdapat kwalitas-kwalitas dan kuasa-kuasa merupakan bagian yang melekat atau inherent pada nama itu. Qualities and Powers of that Person are inherent in His Name. Dengan memohon nama-Nya, maka Kuasa dan Otoritas Tuhan Yesus dipanggil untuk beroperasi pada saat itu. Dalam Kisah 3:16 nama Tuhan Yesus berbuat demikian oleh sebab Otoritas dari Tuhan Yesus sendiri.
Menilik bahasa tekhnisnya maka orang lalu mengetahui bahwa penulis Kisah Para Rasul adalah seorang Medical Doctor.
Adalah terkisah bahwa Allah melihat dunia terbaring lumpuh tak dapat berjalan di tangga menuju pintu surga. Allah menatapnya dan terbitlah belas kasihan Allah. Allah memiliki sesuatu yang tak dapat ia tahan buat diri-Nya sendiri. Hal itu adalah Hidup dan Kasih Allah. Padahal sang pengemis itu hanya inginkan pemberian uang dan segelas air sejuk penawar hausnya yang sangat. Allah memberikannya Seorang Bayi untuk dikasihi, sorang Manusia untuk diikuti, suatu Hidup untuk dicintai, suatu Roh yang diam di dalam tubuhnya yang lumpuh dan tak dapat berjalan itu, dan akhirnya membuatnya mampu berjalan, dan melompat dan memuji kembali. Itulah kisah yang paralel, kisah yang yang digambarkan dalam bahasa yang lebih populer.
The Battle gainst Desease, Perang melawan penyakit, merupakan suatu perkara yang tidak dapat kita abaikan. Kita tak dapat dibebaskan dari perang ini. This is a duty, memerangi penyakit. Ada orang yang untuk waktu yang lama sekali harus menderita penyakit kronis, chronic ailments, ada yang harus terus menerima cacat seumur hidup, permanent handicaps, dan ketidak-mampuan sejak lahir, native disabilities. Yang lain hanya terkena penyakit ada saat tertentu, occasional engagements with the enemy. Apa peranan Iman Kristiani dalam memerangi penyakit?
Ada kepercayaan demikian. Manusia percaya bahwa Allah itu baik. Bahwa penyakit adalah jahat. Atau satanik berasal dari Setan. Oleh sebab itu Allah tidak dan tidak dapat membuat penyakit. Manusialah yang membuat penyakit, melalui pemikiran yang tidak sempurna dan pemikiran yang tidak murni, imperfect and impure thinking. Oleh sebab itu manusia dapat menghancurkan penyakit ini dengan cara melakukan koreksi atas pemikirannya, dan pemurnian percayanya. Dalam pandangan ini dokter tak punya peran sebab penyakit hanya dapat dilawan dengan senjata-senjata rohani.
Ada ekstrim lain yang berkata bahwa agama tak memainkan peranan dalam perang terhadap penyakit. Banyak pendapat Kristiani demikian. Orang dapat berdoa, itulah bagian dari menolak penyakit. Tetapi setelah doa, masalahnya tetap sama, Kekristenan tak ada peran lagi dalam soal ada dan berkembangnya penyakit tersebut. Doa hanya disebut sebagai reserve spiritual. Dokter dan Pendeta memang bekerja bersama, tetapi itu hanya dalam garis paralel, artinya dokter pada garis penyembuhan dengan dasar ilmu kedokteran sedangkan pendeta dengan garis keimanan yang berbasis janji Allah untuk menyembuhkan. Dokter melihat pendeta hanya sebagai Spiritual Counselor. Tidak lebih.
Pandangan ketiga adalah seperti yang dinyatakan dengan jelas dalam Kisah Para Rasul 3 ini. Itu juga sudah dinyatakan dalam Kitab-Kitab Injil, Kisah Para Rasul. Dasarnya tak diletakkan secara teoretis, sebab Tuhan Yesus bukanlah Teoretikus. Hal itu dinyatakan justru dalam suatu Praktek, dalam Acts. Dalam Tindakan. Empat hal atau fakta yang muncul dari tindakan Tuhan Yesus. Baik dalam pelayannnya di Galilea, maupun dalam pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di dalam dan melalui para Rasul atau Pengikut Tuhan Yesus, setelah Peristiwa Kebangkitan dan Kenaikan ke Surga.
1. Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit secara nyata dan total. Jesus indisputably made sick people well. Baca Lukas 4:40:”Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya, orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit, Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka”. Penyembuhan dilanjutkan dengan kekuatan yang semakin hebat. Kisah Para Rasul memberikan kesaksian terhadap hal ini.
2. Tuhan Yesus sering membuat orang sehat sebelum Ia membuat orang itu menjadi baik. He often made people well before He made them good. Lihat Markus 6:56; Tuhan Yesus menye,mbuhkan sebelum Tuhan Yesus berkhotbah tentang tuntutan moral dari Allah atas manusia. (moral demands of God). Namun semua itu diterima sebagai tanda karya Allah yang memaksa atau mendesak.
3. Pada saat Yohanes pembaptis menyuruh orang bertanya kepada-Nya apakah Ia benar-benar Messias yang dinantikan itu, lihatlah bagaimana Tuhan menjawabnya:”Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan apa yang kamu lihat:”Orang Buta Melihat, Orang Lumpuh Berjalan, Orang Kusta menjadi Tahir, Orang Tuli Mendengar, Orang Mati Dibangkitkan, dan kepada orang Miskin diberitakan Kabar Baik, Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”.(Lukas 11:4-6).
4. Akhirnya tatkala Ia mengutus para Murid-Nya, Tuhan menyuruh mereka melakukan hal yang sama. Lukas 9:2 :Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.”. Itu setelah dalam ayat 1 dinyatakan:”Yesus memanggil kedua belas murid-Nya lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit”.
Tuhan Yesus tidak terjun dalam teorisasi penyakit. Tidak semua orang sakit disembuhkan. Ia tidak menyatakan bahwa penyakit itu tidak nyata. Tidak semua penyakit dapat disembuhkan. Penyakit terhubung dengan stagnansi dari kekuatan yang seharusnya mengalir dalam tubuh manusia. Kepercayaan kepada Allah yang berkurang juga menyebabkan penyakit muncul. Spiritual energy itu tetap penting. Dengan kekuatan itu manusia bertahan melawan peyakitnya. Bukan Perfect Health yang dijanjikan. Yang dijanjikan adalah: Dengan kepercayaan penuh kepada Sumber Hidup, Source of Life, melalui keterbukaan terhadap Allah, manusia maka hal itu menghapuskan ketakutan dan kebekuan, dan break through, the barriers, melakukan dobrakan atas semua halangan ketidak-percayaan, dan keraguan, maka manusia akan mendapatkan kuasa dan senjata-senjata Allah dan semua kemurnian yang datang dari Allah, untuk bertemu dengan musuh atau openyakit itu, to meet the enemy , dan menang atas musuh itu, and triumph over it.
Kuasa-kuasa Tuhan dalam KPR ini bekerja dalam dunia. The power of God was at work in the world, and is at work until now.
Bagaimana sekarang? Tugas untuk menginterpretasi- kan hal ini terletak dalam tangan Gereja dan Orang Percaya, untuk menyaksikan Roh yang sama, Roh Kristus atau Roh Kudus, yang menjalankan Kuasa yang sama, juga melakukan operasinya atau tindakannya melalui Saluran-saluran yang dipilih oleh Roh Kudus, untuk menghasilkan hasil yang sama. The task of the interpreter is to show that the same Spirit , exercising the same power, does operate through channels of His own choosing,to produce essentially the same results. Tuhan memilih manusia yang menemukan cara dan obat penyembuhan berbagai penyakit juga mendirikan rumah sakit dan memajukan Ilmu Kedokteran, Kebidanan, Psikologi dan Riset Ilmiah yang terus dikembangkan untuk melawan penyakit degeneratip, atau penyakit akibat virus dan bahkan semua penyakit yang disebut psikosomatik.
Apa arti nama Messi? Lionell Messi? Pemain utama dari Football Club Barcelona. Artinya Messias. Dalam ayat 14 dan 15 itu terambil dari Yesaya 53:11, The Just One. Juga nampak dalam m22:14. Gelar Mesias dalam agama Yahudi, terdapat dalam Henokh 38:2; Hikmat Salomo atau Wisdom of Solomon, 2, di mana dinyatakan bahwa The Righteous One diserang dengan penderitaan oleh Kuasa Jahat, Ini yang disebut The Persecution of the Righteous One, tetapi setelah itu tak ada referensi lainnya bagi Messias. Namun gelar Messias diberikan kepada Tuhan Yesus. Gelar Orang Benar kita lihat dalam Matius 27:19, Lukas 23:47; Yakobus 5:6; 1 Petrus 3:18. Lihat KPR 7:52; 22:14. The Author of Life, Archegos, Ibrani 2:10; 12:2; yang berarti The Originator, Kiash 5:31, Barrabas a muderer, Jesus the Author of Life.
Kemudian dalam ayat terakhir hendaknya dibaca:” To this we are witness, and to faith (the apostle’s faith in Jesus that makes them able to work miracle in His Name), this man did His Name make strong”. Bukannya, has made this man strong. Kita juga harus mampu menerjemahkan kehendak penyembuhan dari Allah bagi dunia, melalui saluran-saluran yang telah dipersiapkan Allah melalui invensi manusia yang dipimpin oleh Roh-Nya untuk melawan semua penyakit. Amin.
