Berita

Jangan Masuki Zona Berhutang

24 June 2010, 10:04

Amsal 3:27-28.
Oleh : Pdt. Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Saya amat terkesan terhadap tulisan dari Dr. Don Hawks yang juga sangat banyak tergantung pada Dr Rick Warren , Pendeta yang amat terkenal dengan tulisan the Purpose Driven Live. Dr. Rick Warren sangat hebat, ia mendahului banyak penulis Kristiani membahas tentang Dunia Keuangan, Finance World kita.

Saya rasa banyak di antara kita terjebak pada tidak dapat melunasi hutang pada Kartu Kredit kita. Hanya dengan bantuan orang yang mau bermurah hati kepada kita untuk membail-out kita dari hutang Kartu Kredit kita, barulah kita dapat bebas. Lalu kita harus mencicil kepada the good guy or the good and generous Lady yang membail-out kita.

Jadi jangan kita lagi gunakan Kartu Kredit yang amat menggoda, membeli sedikit, membayar berlipat kali ganda, apalagi dengan sistim tar-sok,tar-sok. Awas, Debt Collector tak mau dengar tar-sok, arti sebentar atau besok. Dengan ringan tangannya akan melayang ke pipi kita, ia hanya tahu satu cara, gaplok. Kapok kan?

Berhutang amat mudah. Beberapa tahun lalu saya bicara tentang Comfort Zone dan banyak orang menjadi marah sebab mereka tak mau disebut berada dalam Comfort Zone. Mereka mau seperti ajaran Gnostik memperlihatkan segi bahwa kehidupannya tidak begitu menguntungkan, dengan demikian jangan bicara tentang Comfort Zone mereka. Jadi kita diperhadapkan pada betapa uncomfortablenya beliau-beliau itu. Permainan sandiwara demikian makin menjauhkan kita dari kebenaran.

Orang Amerika Serikat katanya berhutang hal-hal besar, selain terlibat pada Mortgage atau Hipotik Rumah, sebuah Kontrak membayar Hutang Pembayaran Rumah Tinggal. Lalu kita lihat banyaknya Bank yang bangkrut. Penunggak Pembayaran Kredit Rumah dari yang Sangat Sederhana Sehingga Selonjor Saja Susah, sampai kepada Real Estate di Pondok Indah yang hebat sekali, tetapi apabila tak dapat membayarnya, maka juru sita akan segera datang.

Bagaimana Orang Indonesia? Tidak semua punya rumah. Ada yang masih tinggal di PMI, artinya Pondok Mertua (nan) Indah. Ada yang tetap hanya bisa beli Rumah BTN yang artinya Bought To No Expansion, artinya tak dapat memperluas bangunan. Selebihnya sewa dan kos-kosan. Artinya tak tetap tempatnya menetap.

Mari kita kembali ke Praktek Pembayaran Minimum. Barang yang berharga 300 US$, akhirnya terlunasi dengan biaya total US$ 1.200 . Jadi biaya memakai Credit Card mengharuskan kita membayar empat kali lipat dari harga barang yang kita beli dengan kartu kredit.

Mungkinkah hidup tanpa Kartu Kredit? Bagi para Pensiunan adalah suatu keharusan. Hutang Konsumen akan mencapai Trilyunan US Dollar. Itu jumlah hutang kita, pemegang kartu kredit dan hipotek.

Kata-kata manis dalam amsal kita berbicara tentang jangan menahan kebaikan dari orang yang berhak menerimanya. Lalu dikatakan, jangan berkata kepada seseorang, pergi kembalilah besok, akan kuberi, sedangkan yang diminta ada padamu. Ini yang saya sebut pertahanan tar-sok. Jangan dipermanis, begitu bunyi firman begitu juga kita terima dan patuhi.

Mengapa dengan demikian kita dilarang berhutang? Sebab Zona Berhutang adalah suatu Jebakan. Jebakan yang akan memperhamba kita. Tatkala kita masuk pada Berhutang, maka kita akan kehilangan kebebasan kita. Dalam Amsal 22:7 dikatakan:”Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi”. Ingat manakala kita memasuki Zona Berhutang maka kita akan menjadi hamba orang atau lembaga yang mempiutangi kita. Sebabnya adalah karena kita memang memiliki kewajiban melunasinya. Jadi kita harus dapat melunasinya. Barulah kita bebas. Masih juga belum, sebab mengikut di belakang kebebasan kita adalah hutang budi sepanjang hidup. Kata orang, hutang budi dibawa mati. Bayangkan belum terbayar hutangnya, kita yang berhutang sudah keburu mati. Apa kata dunia? Bukan hanya Hutang Si Budi tetapi Hutang budi si Budi, di bawa ke sana-sana. Tamatlah riwayat kita. Hikayat tentang kita akan menjadi begitu sendu dan cahaya kita menjadi redup.

Saya dengar suara telpon selular teman saya berdering. Lalu ia mengangkatnya dan berkata, yah nanti datang saja di Kantor. Saya masih dalam perjalanan. Saya lalu bicara tentang soal Kartu Kredit. Lalu teman saya berkata, yang tadi tilpon mau tawarkan kartu kredit. Dus saya menghargai upaya mereka untuk mendapatkan point bagi usaha mereka. Dus saya hanya membantu mereka mendapatkan calon client, dus hanya tinggal calon kok.

Kemana-mana Anda pergi Kartu Kredit ditawarkan. Dengan senyum manis, seolah menghadirkan juruselamat ekonomi dan finansial kita. Semua mudah hanya tinggal gesek. Tetapi tatkala kita tak memiliki resources membayar hutang kita, maka kita jatuh pada bencana berikut, jual mobil atau apa saja, bahkan rumah kita.

Kata Hutang atau Debt itu rupanya amat banyak sinonimnya. Dalam Roget’s Thesaurus kita melihat sinonimnya antara lain: Terhutang, to owe, berkewajiban, obligated, Kekurangan atau liability, seperti dalam PSL yang artinya Post Service Liability, sejumlah uang yang masih
terhutang untuk mendapatkan sejumlah uang modal yang cukup untuk membayar kewajiban pembayaan pensiun umpamanya. Terug werkende kracht dalam bahasa Belanda. Kata defisit, default, kegagalan, insolvent, bangkrut. Tak mampu melakukan performance, encumbered, tied up, terikat tak bisa bergerak, tak ada kantongnya lagi, paupered, amat-amat miskin, punya serigala di depan pintunya, hidup dari tangan ke mulut, pergi ke anjing-anjing, impoverished, kata ini tak populer. Tetapi aratinya pemiskinan atau dimiskinkan. Ditelanjangi, stripped, dikurangi, berduka sangat, bereaved, tak dapat mencapai akhir, broke, tak punya uang, mengalami penyulitan atau dipersulit, embarrassed dan akhirnya busted artinya menjadi kurang uang.

Kita hidup dalam hutang, berarti kita neraca kita mengalami kenaikan. Oleh karena itu, maka nasihat dalam Amsal 3:27, 28 menjadi amat penting kita patuhi. Hal lain adalah kita menjadi tidak puas. Kita tak dapat bersabar.Kita tak dapat menabung. Kita selalu harus mendapatkan barang itu sekarang. Padahal sebenarnya barang itu tak teramat perlu bagi kita. Yohanes Pembaptis berkata kepada para perajurit Romawi :”Jangan merampas dan jangan memeras, cukupkanlah dirimu dengan gajimu” (Lukas 3:14). Jangan pula kita lancang mengetahui hari esok, sebab itu kepada kita dinasehatkan dalam Amsakl 27:1: “Janganlah memuji diri karena hari esok, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu”. Pengalaman menyatakan kita selalu pasti tatkala berjanji mampu membayar cicilan kartu kredit kita. Nyatanya, tar-sok terus.

Kita akan mengeluarkan sebanyak 25% lebih banyak apabila menggunakan Kartu Kredit dari pada menggunakan Kartu Debet atau bahkan Cash atau membayar Kontan. Kita kenal Roma 13:8, yang berkata:”Janganlah kamu berhutang apa-sapa kepada siapapun” atau “Let no debt remain outstanding”. Itu adalah ayat yang amat tepat bagi kita yang suka berhutang tetapi tak mampu membayar hutang kita dalam bentuk hutang apapun.

Saya teringat akan seorang Ibu yang karena suatu alasan menjual rumahnya. Ia kemudian membagi-bagikan uang kepada orang yang dianggapnya dapat dibagikannya. Akhirnya ia sendiri tak punya rumah. Tak ada orang yang kemudian karena sudah menikmati pemberiannya ingat untuk membantunya mendapatkan rumah. Artinya kita tak dapat merem penggunaan uang yang ada pada kita. Wah sangat membahayakan. Traktir sana, traktir sini, pergi makan bareng di sana dan di sini, membayar demi mendapatkan pujian sebutan sebagai orang yang royal, generous, murah hati, atau tidak pelit. Ada kelompok dalam jemaat yang suka sekali membuat acara makan di sana, makan di sini, akhirnya membebani sebagian biaya itu pada spending Panitia ini dan itu dalam Jemaat. Akhirnya lari ke sana ke mari, menjauhi penagih hutang atau Debt Collectors itu. Mobil dijual, rumahpun harus dijual. Lalu pindah alamat entah ke mana.

Kita lihat dalam Maleakhi 3:8 di mana Tuhan berkata bahwa kita telah merampok Tuhan tatkala kita tak dapat membayar Perpuluhan kita. Juga dalam Persembahan kita. Kita harus mengembalikan sebagian uang kepada Tuhan. Lihat cara orang bodoh menggunakan uangnya, apa saja dibelinya, dapat uang lalu dihabiskannya untuk membeli barang yang tak perlu amat. Tabunglah uang untuk masa depan. Save for your future. Belum lagi kita harus membayar pajak. Tak peduli apakah kita pensiun. Masih banyak jenis pajak yang harus kita bayar.

Dalam Injil menurut Matius dalam pasal 22:21 dikatakan Tuhan Yesus:”Berikanlah kepada Kaisar, apa yang wajib engkau berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah, apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”. Dalam Amsal 21:17 dikatakan :”Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya”. Artinya orang yang menyukai kehidupan lux, gemerlap, dst. Menuruti keinginan untuk hidup lux umpamanya akan menyebabkan kita jatuh miskin. Atau kalau sekarang, kita akan korupsi dan akan segera dipenjara. Jangan hidup extravaganza.

Ada cerita tentang alat kecantikan wanita yakni alat yang dapat menghilangkan atau mencabut bulu hidung, nose-hair remover seharga US $ 200 . Perlukah itu dibeli dengan harga setinggi itu. Kita dapat mencari alat atau cara yang lebih murah tentunya.
Dalam Amsal 21:5 dinyatakan:”Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan”.

Nasehat lain adalah, jangan hidup dalam dunia fantasi atau khayalan. Ada penyanyi Opie, yang menyanyikan Andaikan aku jadi Orang Kaya. Nyanyiannya bagus, syairnya mengelitik, tetapi penyanyinya tidak menjadi orang yang kaya. Ada orang yang selalu menanti saat menang lotre. Atau menang undian. Tetapi kemenangan sedemikian tak kunjung datang. Artinya termasuk semua usaha berbasis harapan semu atau sejenisnya akan segera hancur.

Pokoknya, keluarlah dari jebakan hutang itu. Bayarlah hutangmu secepat mungkin. Harus bayar penuh. Jangan harapkan mendapatkan reduksi. Jangan harapkan mendapatkan potongan hutang. Bayarlah hutang dan Tuhan akan gembira. Tuhan tahu bahwa kemudian kita dapat memberikan kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Tinggalkan Zona Berhutang itu. Masukilah Zona Bebas Hutang, Free From Debt Zone. Be a Member of that F2DZ Club. It is a healthy Club, healthy for heart and Pocket too. Be so free that you will be able to serve The Lord. Amen.