Deprecated: Function split() is deprecated in /home/gpib/public_html/textpattern/lib/txplib_misc.php(594) : eval()'d code on line 408
GPIB

Berita

Hari Tuhan

24 May 2010, 10:28

Yoel 2:28-29.
Oleh : Pdt.Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Dalam hari yang penuh dengan peringatan turunnya Roh Kudus, Hari Lahirnya Gereja Tuhan, dan komitmen untuk berjalan ke depan bersama sebagai Gerakan Oikoumene dan Gereja yang Esa, Kudus, Am dan Rasuli, kita diperhadapkan pada Hari Tuhan dalam Yoel ini.

Hari Tuhan merujuk pada intervensi Allah dalam arah peristiwa-peristiwa dunia , untuk menghakimi musuh-musuh Allah untuk mencapai tujuan –tujuan yang ditetapkan oleh Allah dalam sejarah, dan dengan itu mendemonstrasikan siapa Allah itu, Ia adalah Yang Mahakuasa dalam Alam Semesta ini.

Ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa Istilah Hari Tuhan adalah sehubungan dengan Masa Penderitaan , atau Hari Tuhan juga termasuk dalamnya Pemerintahan Seribu Tahun oleh Kristus di atas dunia.

Kita mengenal Tujuh tahun penderitaan, the Seven Years of Tribulation, dalam statement atau pernyataan Hari Tuhan atau Hari Yahweh, Yom Yahweh. Jadi banyak orang atau pihak yang menggunakan istilah Hari Tuhan yang diaplikasikan pada Masa Penderitaan dan Kerajaan Messias. Ini dengan assumsi bahwa yang dimaksudkan dengan Hari Tuhan adalah sama dengan apa yang disebut Hari Itu, that Day. Pada hal ekspresi Hari Itu, memiliki pengertian yang amat luas, yang memang memasukkan kedua hal itu, baik Masa Penderitaan dan Kerajaan Messias. (Messianic Kingdom). Tetapi dalam Hari Yahweh atau Yom Yahweh, di dalamnya hanya terisi Masa penderitaan dan tidak pernah Pemerintahan Seribu Tahun atau Millenium.

Kalau kita menggunakan Hari Tuhan, maka kita memakainya dengan segera mengetahui bermuatan Millenium atau Kerajaan Seribu Tahun itu. Jadi bukan hanya Masa Penderitaan itu.

Memasukkan perihal Kerajaan Seribu Tahun memiliki lasan-alasannya, Seperti kita lihat pada penuturan Rasul Petrus dalam 2 Petrus 3:10-12: Tetapi Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap, dengan gemuruh yang dahsyat, dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.Jadi, jika segala sesuatu ini akan hacur demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercayai kedatangan hari Allah (Theou hemeras) .Pada hari itu (of which, hen) langit akan binasa dalam api, dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya”.Lihat juga Wahyu 20:11 dsl, 21:1 dsl.). Gambaran tentang Tahta Putih yang Besar.

Pernyataan Hari Itu dan Hari Ini, bukanlah suatu pernyataan yang tidak terhubung dengan Hari Tuhan Yoel. Itu merupakan Demonstrative Pronoun, yang justru bukan melemahkan tetapi menguatkan tekanan tentang Hari Tuhan itu. Lihat juga Yesaya 2:12 bandingkan dengan 2:20; Yoel 3:14 cf. Yoel 3:18.
Bagaimanapun istilah Hari Tuhan secara uniform dihubungkan dengan Kegelapan dan Penghakiman. Namun istilah atau frasa Hari Ini atau Hari Itu muncul dalam keterhubungan dengan Era Positip yang ada setelah atau di bawah initial Elemen-elemen Gelap dari Hari Tuhan itu.

Pada dasarnya masa depan dari Hari Tuhan akan paling tidak mengandung Sifat Dasar Ganda. Sifat Dasar yang Pertama adalah karakter kegelapan dan bagaimana hebatnya / mengerikannya amarah Tuhan (divine wrath), yang ditumpahkan-Nya atas dunia ini. Lihat Yoel 2:1-2; Amos 5:18-20; Zef.1:14-15; 1 Tess. 5:1-11. Amos menggambarkan Hari Tuhan sebagai The Total Nature atau Sifat Dasar Total atau Menyeluruh dari Hari Tuhan atas musuh-musuh Tuhan. Tidak akan ada Terang Ilahi atau Berkat Ilahi atas para musuh-Nya itu. Ini pulalah yang merupakan Sifat Dasar Hari Tuhan dalam pada Minggu ke Tujuh Puluh dari Daniel.

Hal kedua, adalah bahwa Hari Tuhan disifatkan oleh Terang, suatu penuangan berkat-berkat ilahi, serta pelaksanaan pemerintahan Allah (the administration of God’s rule). Dalam hal ini administrasi pemerintahan Allah maka berdirilah administrasi Gereja juga. Kalau kita tidak melakukannya dengan baik dan benar maka hal terpokok akan sangat terganggu. Hal terpokok adalah Memuliakan Allah, to Glorify the Lord. Jangan pula sengaja membangun dikhotomi adanya di satu pihak Pekerjaan Rohani dan di lain pihak Pekerjaan Administrasi Gereja. Bermula dari cara dan titik pandang seperti inilah kekacauan akan dimulai. Nabi Yoel setelah berbicara tentang matahari, bulan dan bintang menjadi gelap, serta Hari Tuhan tentang Penghakiman Tuhan atas tentara-tentara dari bangsa-bangsa yang berkumpul di Israel, (Yoel 3:9-16), menubuatkan (foretold) berkat-berkat Ilahi yang Besar pada Hari Itu.(In that Day). (Yoel 3:17-21). Sebagai Tambahan, Nabi Zakharia setelah berdiskusi tentang masa depan Hari Tuhan itu, pada saat mana semua bangsa akan mengangkat senjata atau akan berperang melawan Yerusalem, dan Sang Mesias akan datang ke bumi, untuk berperang melawan bangsa-bangsa, (Zakharia 14:1-5), mengindikasikan meskipun karakter gelap atau kegelapan itu besar, namun karakter kemudian dari Hari Tuhan itu adalah terang (Za. 14:6-7; berlimpahnya berkat, (Za.14:8), serta Pemerintahan Allah atas Bumi ini, (Za.14:9). Inilah yang akan menjadi Sifat Dasar dari Millenuium atau Hari Tahun. Inilah Sifat Dasar Hari Tuhan itu, The Day of the Lord, Penghakiman dan Pemerintahan Allah atas Bumi ini dalam satu Milenium, Seribu Tahun.Itu yang sekali lagi disebut The Day that is Characterized by Light, an Outpouring of Divine Blessing, and the Administration of God’s Rule over the Whole Earth.

Inilah Sifat Dasar Ganda, yang dari keduanya keluar suatu:

1. Suatu Pemisahan yang Sequential,(Berurutan) atau dalam bahasa Teologi disebut : Sequential Division. Suatu Pemisahan yang Berurutan. Artinya Penghakiman yang dilakukan terlebih dahulu, menyusul dibawa masuknya Kerajaan Allah di atas Bumi, diikuti oleh Berkat-berkat dari Pemerintahan Seribu Tahun oleh Tuhan Yesus Kristus, kemudian. Judgment bringing in the Kingdom of God on Earth, followed by the Blessings of the Millenial Reign of Christ.

2. Suatu Pemisahan Spiritual, atau A Spiritual Division, sebab Para Musuh Allah akan hanya mengalami Penghakiman, sedangkan Umat Tuhan akan Mengalami Berkat-berkat dari Pemerintahan Seribu Tahun oleh Tuhan Yesus Kristus.

Bukankah kita berhadapan dengan apa yang Disebut Pemerintahan oleh Sistim Dunia? The Rule of The World System. Kita tahu bahwa Yang memimpin atau memerintah The World System adalah Iblis atau Setan itu sendiri. Kita tahu bahwa akibat pemerinatah dengan System Dunia ini maka dunia mengalami Collapse demi Collapse. Collapse Politik diikuti oleh Collapse Ekonomi dan kemdian kita melihat Collapse Sosial dan Moral di mana-mana.

Pemerintahan System Dunia ini ditandai oleh Hari-Hari Setan, Evil days, Catastrophies, Political as well Economical even Racial Tsunamies, dan Umat Manusia yang Serba Memberontak, Rebellious Mankind. Jiwa Rebelious Mankind atau Umat Manusia yang Memberontak ini masuk dengan leluasa di Gereja Tuhan.

Terus menerus dilakukan Ketidak-Taatan. Dari Ketidak-taatan Organisatoris sampai Ketidak Taatan Anggaran. Ketidak-taatan dalam melaksanakan Bersama Pemerintahan Gereja berdasarkan Tatanan Presbiterial Sinodal. Jemaat tidak dapat berjalan sendiri tanpa Majelis Sinode, dan Majelis Sinode harus memimpin Gereja Tuhan ini dengan Kewibawaan Kristus. Pengelolaan Sumber Daya dan Harta Milik, jadi bukannya SDHM saja tetapi Seluruh Sumber Daya Rohani, Sumber Daya Insani, Sumber Daya Penatalayanan yang Akuntabel, Sumber Daya Intelegensia dan Intelektualitas, Sumber Daya Keahlian, Ketrampilan, Kemampuan dan Pelbagai Talenta dan Karunia Para Ibu, Wanita atau Perempuan serta Para Pria Bapak, Pria bahkan Pemuda/Pemudi Gereja. Teruna dan Anak, bahkan Lansia Gereaja, dengan segala kepiawaian mereka, melalui Talenta dan Karunia yang diterima dan digunakan untuk Kepentingan Bersama. Kita tak dapat lagi berpikir Sektoral atau sekedar Kategorial tanpa melihat keseluruhan sebagai suatu Totalitas Jemaat GPIB Martin Luther yang adalah Tubuh Kristus.
Oleh sebab itu kita mengembangkan suatu Strategi Bersama, yakni Bahwa Semua Presbiter Bersama Pimpinan BPK bertanggung-jawab melaksanakan Pelayanan Firman dan Pembinaan dalam Bidangnya masing-masing. Kita harus memilih suatu Bidang yang kita tekuni, kita tidak dapat berdiam diri lagi . Kita harus aktip menjalankan Panggilan dan Pengutusan kita dalam Bidang yang kita Pilih.
Jangan ada yang menganggur. Jangan hanya menantikan adanya Pendeta, Sebabnya adalah bahwa kita Bukan Gereja Pendeta, kita adalah Gereja Imamat Am, di mana semua Presbiter dan Pimpinan BPK dan Komisi mempunyai tanggungjawab Spesifik, yang Measurable, yang Attainable dan yang Reasonalbe serta yang Tahu dan Taat Waktu, atau di dalam istilah Manajemen disebut Time Bound. Dari dua tahapan PHMJ kita telah melewati Tahapan Pertama dengan Baik. Kita berhasil melaksanakan Program dan Anggaran kita dengan Tingkat Keberhasilan Lebih dari 90%. Kita bersyukur atas PHMJ 2007-2010 yang telah merampungkan tugas mereka. Dari Pergumulan Teologis, Ekklesiologis dan sampai pada Praxis Oimoumenis bahkan Antar Umat Beragama, serta semua Kegiatan Regional atau Mupel dan Sinodal seperti Persidangan Sinode Tahunan yang amat padat. Dari Perupaan sampai Pembinaan. Dari Gaji Pegawai/Pendeta sampai pada Appresiasi. Dari Penyempurnaan Ibadah, menyanyikan Hymn Internasional , sampai pada Pemberkatan Nikah Warga Gereja Bukan GPIB, Pemeliharaan Kebersihan sampai Estetika Taman dan Ruang.
Kita hendak meneruskan dengan kerja PHMJ dengan banyak kerja penerusan dan kerja yang dibangun berdasarkan persepsi GPIB dalam Jemaat Martin Luther, dan tak pernah keluar dari KUPPG, atau Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan GPIB Limat Tahunan , 2011-2016. Dengan demikian PHMJ Baru ini masih harus melakukan bagian terakhir dari KUPPG 2006-2011, artinya dari hari ini sampai 31 Maret 2011. Termasuk di dalamnya penyerapan seluruh Ketetapan Persidangan Sinode XIX GPIB yang akan berlangsung di Jakarta, Oktober 2010. Kita secara GPIB masih menghadapi Gurita PSL yang harus diselesaikan dalam Bulan Oktober 2010. Bila tidak harga satu-satunya yang dapat kita bayar adalah Pembubaran Dana Pensiun GPIB. Oleh karena itu diminta dari Jemaat GPIB Martin Luther suatu Pengorbanan yang Besar bagi Pemenuhan Kewajiban Sinodal berupa Anggaran bagi PSL atau dana yang harus kita setorkan kepada Dana Pensiun GPIB.
Kita tak dapat lagi berpikir hanya Jemaat dan Kecukupannya,tetapi harus melakukan tugas sebagai Jemaat dalam Tanggungjawab Bersama dan dalam Tatanan Presbiterial Sinodal yang meresap dari Program dan Anggaran sampai Doa dan Spiritualitas sebagai Jemaat dan Warga GPIB secara menyeluruh.
Hari ini kita merayakan Turunnya Roh Kudus atas Jemaat Percaya. Catatan nberharga diberikan oleh Pdt DR Nazarius Rumpak. Roh Kudus adalah Allah yang Bertindak. Kemudian berkembang pemahaman Pentakosta sebagai Asas atau Prinsip Kehidupan, atau adanya Daya Hidup atau Vitalitas. Roh berarti Allah Yang Memiliki Daya Hidup, memiliki Dunamis. Meminjam kata-kata Dr. Berkhof, maka Allah adalah Allah yang hidup dan bertindak. Pada Penciptaan, Ia mengalirkan Kehidupan-Nya ke dalam Dunia di Luar Keberadaan-Nya.Dalam tindakan-Nya yang mencipta itu, Ia menjadi Roh Pemberi Kehidupan. Sebagai Roh, Ia memelihara dan memperkembangkan dunia ciptaan-Nya, bahkan ia memilih Israel sebagai Umat Pilihan-Nya. Pada waktu yang tepat, Allah sendiri menjelma menjadi Manusia, Inkarnasi adalah puncak kegiatan Allah di tengah-tengah dunia ciptaan-Nya. Yesus Kristus adalah Allah yang bertindak dan dan hadir di dunia ini. Kini dan seterusnya, Roh Allah adalah Roh Kristus, yang selalu hadir secara utuh dan menyeluruh dalam Dunia Ciptaan. Tindakan Allah dalam Kristus merupakan karya-Nya yang bersifat khas, yang sekaligus mengungkapkan makna terdalam dari keseluruhan tindakan Penyelamatan-Nya. Demikian kata Dr. Berkhof. Dr L. Boff menam -bahkan Allah juga berkarya di dalam kita seperti yang dilakukan-Nya dalam Kristus Yesus. Roh Kudus adalah kehadiran yang tak pernah berhenti dari Tuhan Yesus yang dibangkitkan di dunia ini, sehingga saat kepenuhan-Nya tercapai. Kristus terus berada di antara kita dalam wujud Roh.
Apakah Gereja menjelang Hari Tuhan itu? Gereja atau Jemaat adalah Entitas yang menyembah Kristus Tuhan Kepalanya, di dalamnya diperagakan pemerintahan Allah yang maha kuasa, bahkan juga dinyatakannya kepada dunia, di mana dunia meng -alami kini Exercise atau Latihan atau Persiapan Penyesuaian bagaimana Allah Maha Kuasa itu memerintah di dunia dan di Jemaat. Jadi bukan diperintah oleh manusia. Kalau Gereja diperintah oleh manusia maka itu adalah Gereja Kerdil, bukannya Gereja Tuhan yang sekarang dipimpin oleh Roh Kristus, Roh Kudus.

Kalau Hari Tuhan merupakan Intervensi Allah secara langsung dalam Sejarah pada suatu waktu yang telah Penuh pula, kita tidak punya pilihan lain dari pada Memproklamirkan Injil Tuhan, Memproklamirkan, Memberitakan, Mengumumkan datangnya bahkan dapat dipercepat kedatangan Hari Tuhan itu. Hari Tuhan, yang dalam bahasa Yunani disebut Hemeras tou Theou Lihat dalam ungkapan Kerussoo ton Euanggelion, Kerussoo (Prosdokoontas kai skeudontas/ Expecting and Hastening ) ten parousian tes tou Theou Hemeras, The Coming of the Day of the Lord,The Day of God, Theou. Hemeras. Kerussoo artinya I Announce, I Proclaim, I Make A Noise so That People will Know the Gospel and The Coming of The Day of The Lord. Announce it, Proclaim it, Sing it, Make A Noise of It. Lalu kita kembangkan suatu Dinamika Jemaat yang menyeluruh, Umumkanlah Injil, Umumkanlah Kedatangan Hari Tuhan, Umumkanlah Turunnya Roh Kudus yakni Roh Kristus yang berkarya dalam kita dan Dunia, membawa kita menjadi Ciptaan Baru yang tersedia bagi suatu Langit dan Bumi yang baru pula. Mari kita tinggalkan dan tanggalkan semua cara lama atau kebiasaan lama kita yang ternyata melemahkan atau juga dapat menghancurkan Jemaat dan kita sendiri. Mari kita pakai cara baru yang didapatkan dari Hari Pentakosta itu, bahwa kita dipenuhi Roh Kudus untuk melaksanakan Karya Allah yang menguduskan Umat-Nya dan juga semua Orang yang akan Percaya kepada-Nya bahkan Dunia yang diciptakan-Nya. Mari kita jadi Umat dan Gereja-Nya bagi Maksud-Nya dunia ini. Terimakasih kepada semua Anggota PHMJ 2007-2010 atas kerja dan pengabdiannya , atas kesediaaannya memikul beban kepemimpinan dan pelayanan dalam Jemaat sebagai PHMJ. Tuhan memberkati Anda dalam kegiatan jemaat dan keluarga selanjutnya. Selamat Melayani bagi semua Anggota PHMJ 2010-2012. Tuhan yang sama dan tetap setia pada Gereja-Nya akan memimpin Baspak/Ibu dan Saudara semua melaksanakan tugas yang tidak ringan ini. Tugas yang membutuhkan kesatuan, kemampuan analisis permasalahan, ketajaman dalam memutuskan sesuatu, kesetiaan pada Azas Gereja, hanya melaksanakan kehendak Kepala Gereja melalui semua Ketetapan GPIB yang mengikat, kehati-hatian dalam pengendalian Anggaran dan Keuangan Jemaat, serta mengawal seluruh KUPPG serta Program Kerja dan Anggaran 2010 -2011.Akhirnya mengawal GPIB Martin Luther untuk tetap bersekutu, melayani dan bersaksi sesuai perintah dalam Alkitab dan Pengakuam Iman Oikoumenis, serta arahan Pemahaman Iman GPIB serta melaksanakan kepemimpinan dan kepelayanan gerejawi berdasarkan Tata Gereja GPIB.Tuhan memberkati. Amin.