Berita

Apakah Kita Juga Ditanam di BAIT ALLAH?

21 June 2010, 10:01

(Sebuah renungan Reflektif dan Introspektif setelah Masalah Video Mesum beredar).
Mazmur 92:13-16.
Oleh : Pdt.Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Kita tengah berada dalam krisis penegakkan hukum dan keadilan, kita telah memahaminya. Satu hal kita jangan menjadi bangsa yang terseret semua arus itu sehingga kita akan mengalami disintegrasi sebagai bangsa Indonesia.

Mari kita pahami pohon palm. Pertumbuhannya lambat. Tetapi kemudian ia akan bertumbuh dengan tegak, betapa mengagumkan. Ia seakan menyentuh langit, seperti orang percaya yang bertumbuh ke atas, tegak menyentuh langit. Pohon itu menggambarkan keadaan orang percaya. Ia tidak akan terpengaruh oleh sikon yang dihadapinya. Di tengah situasi apapun, ia bertumbuh dengan sukacita.

Orang yang baik akan bertunas seperti pohon korma. Orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Jadi orang benar adalah orang baik. Ia akan bertumbuh dengan pasti. Dengan mengagumkan. Ada lagi yang lain yakni pohon aras di Libanon. Pohon ini ada di puncak gunung. Jadi tak ada yang melindunginya apabila gunung itu meletus. Dari puncak gunung itu pohon aras melambaikan dahannya . kayu pohon aras dipakai untuk membangun Bait Allah.

Mari kita bayangkan bahwa mereka yang berada di tempat tinggi tanpa suatupun yang melindunginya adalah bagaikan para celebrities yang tenar namun begitu bahaya menimpa segenap negeri seakan menghardik, mengumpat dan mengutuk mereka. Bahkan kaset rekaman mereka dari masa lalu, dibakar habis dan mereka tak dibenarkan tampil lagi di negeri berkeTuhanan Yang Maha Esa ini. Saya belum dapat memahami sikap massa ini. Saya benar-benar tersentak, sepertinya kita hidup dalam dua zaman yang amat berbeda, satunya zaman modern dan satunya lagi zaman di mana peradaban masih underconstruction.

Kita semua tahu tentang apa yang kita bicarakan. Kita semua prihatin akan bangunan kebudayaan bangsa kita yang ternyata masih amat primitif. Kita agak munafik berdiri seolah tak mengetahui adanya berbagai pornografi dan aksi yang amat banyak sumbernya. Bahkan tanpa menggalinya, beberapa tawaran pornografi dan aksi melahan mendatangi dunia maya kita. Seharusnya semua itu tidak terlalu mengejutkan kita. Pada pihak lain, mengapa ada orang yang sembrono mempublikkan hal privatenya itu? Siapakah yang melakukannya? Kita selalu mau berperan sebagai Mr and Mrs Clean. Tugas memberikan pencerahan dalam bidang ini, mengajarkan Etika Susila kepada anak bangsa seharusnya merupakan karya semua orang dewasa bagi mereka. Bukan sekedar dewasa usia tetapi dewasa akhlak, dewasa perilaku termasuk perilaku seksual kita.

Bagaimana Dunia Media mau juga berlagak sebagai The Clean Conveyor ? Apalagi mau tampil sebagai the Innocent Conveyor? Bagaimana UU Penyiaran kita? Hanya hendak menyiapkan alat pemukul menghukum mereka yang kita tuding tak bermoral dan tak berakhlak? Bagaimana dengan keuntungan dari penyiaran yang dilakukan dengan menggunakan materi penyiaran yang sama tetapi yang saling atau timbal balik menguntungkan? Pers Media seharusnya juga memiliki Fungsi Profetisnya. Fungsi apakah itu? Fungsi untuk menyatakan kritik Allah atas perilaku celebrities dan selanjutnya dan selanjutnya. Jangan bersikap satu saat sebagai kumbang mengisap madunya lain kali sebagai ular yang sigap mematuk mati materi penyiaran medianya.

Seorang wanita yang cantik dan ada dalam Tuhan menjawab pertanyaan bagaimana ia dapat begitu cantik. Perawatan kecantikan memang penting baginya.

Tetapi yang lebih penting adalah Make-Up Rohaninya. Semua itu berkat Make-Up yang saya kenakan.
Untuk Bibirku, aku menggunakan Kebenaran,
Untuk Suaraku, aku gunakan Kebaikan.
Untuk Mataku, aku gunakan Belas Kasihan.
Untuk Tanganku, aku gunakan Pemberian Amal.
Untuk Bentuk Tubuhku aku gunakan Ketegakan, Uprighteousness.
Untuk Hatiku, aku memakai Kasih,
Untuk Orang yang Tidak Menyukaiku, aku gunakan Doa.

Bandingkan dengan Video Porno dengan nama pengenal di media, yang sudah Anda semua ketahui. Semua bentuk keindahan wanita menjadi santapan semua orang yang lapar dan dahaga akan pornografi dan pornoaksi. Kita menjadi sangat terganggu sebab kita berhadapan dengan private domain and public domain.

Pada dasarnya kita tidak ingin menghalangi private domain. Tetapi apabila hal itu justru meracuni publik dengan hal yang demikian akan menghancurkan nilai-nilai kebersamaan keluarga dan kekudusan pandangan anak dan remaja serta pemuda terhadap semua organ wanita maupun pria untuk prokreasi, maka kita harus membunyikan alarm sosial-moral yang mengingatkan kita semua untuk kembali kepada maksud Allah bagi prokreasi. Allah memberi reward in advance berupa kenikmatan sekssual pada satu pihak tetapi di lain pihak sebagai end result dari sexual encounter itu, Allah menempatkan tujuan mulia berupa prokreasi. Mengapa ada kenikmatan dalam hubungan seksual? . Untuk membawa manusia pada tugas dan tanggungjawab prokreasi atau beranak-cucu.

Tinggallah kita pada pilihan, melihat terus pornoaksi itu dan bahkan menyebarkannya, atau mengesamping-kannya untuk selamanya. Dunia akan terus menggoda kita. Namun kitapun dapat menjadi bagian dunia yang menggoda. Kita menjadi The Teaser. Jangan menjadi Mr.T atau Miss T. Jangankan pornoaksi. Sebagai suami atau laki-laki kita menjadi amat concern dengan wanita yang nampaknya dapat kita tolong, lalu kita berkata dapatkah saya mengantar anda pulang? Dialog dengan suara rendah nyaris kurang terdengar itu amat sering kita dapati justru pada akhir dari persekutuan-persekutuan rohani
Ada-ada saja kelakuan kita yang menjadi tak murni lagi. Kalau demikian saya teringat akan perusahaan angkutan di Yogyakarta dulu, namanya Perusahaan SAA, artinya Saya Antar Anda. Pasti apabila kita menjalankan -nya bagi banyak orang atau anak yang memerlukan bantuan kita membawa mereka ke sekolah dan mengembalikan mereka ke rumah, kita akan menjadi pengusaha angkutan yang sukses. Saya teringat bahwa bukan saja Iblis seperti singa yang mengaum-aum, tetapi laki-lakipun dapat seperti itu, mencoba menjatuhkan moral wanita dengan cara yang amat normal.

Masalah terdalam adalah bagaimanakah kita memandang wanita atau perempuan yang kita jumpai. Untuk kepentingan kita, nafsu kita, untuk tujuan jangka pendek dan jangka panjang kita? Rasanya dunia lelaki memang bagaikan samudera yang luas dan ganas, ia hendak menelan apa saja yang ingin ditelannya.

Orang percaya atau benar itu bukan hanya bertahan, tetapi bertunas. Itu berarti bergantung pada keberakaran kita dalam Tuhan Yesus Kristus. See the Fruit of the Spirit, juga saat kita menjadi tua sekalipun.

Pelataran Bait Allah biasanya ditanami pohon-pohon yang mengesankan kerindangan, di mana berbuah menjadi amat mungkin. Barangsiapa tinggal dalam Kristus ia akan berbuah lebat. Orang yang berakar dalam dunia , tidak akan bertunas.Buah-buah Peradaban yang Santun dan Menghormati Sesama kita baik Perempuan atau Wanita maupun Pria.

Mereka yang bergaul dengan Allah, bergaul dalam kehadiran Allah akan bertunas. Mereka akan mengalami Pertumbuhan yang penuh, Full Growth. Bukan bertumbuh secara setengah penuh. Sebaliknya, kita menjadi kaya dalam kasih karunia, Berbahagia dalam pengalaman hidup. Orang seperti itulah yang akan menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam masyarakat dan dunia kita.

Bagaimana dengan Pendikan Etika kita terhadap Generasi Muda dan Pra Dewasa? Kita harus memulainya di Rumah Tangga kita. Gereja dan Para Pembina Pemuda harus memulainya. Kita mulai saja dengan menghormati Tempat Kudus, Rumah Tuhan, apabila kita memasukinya , entah pagi, siang atau malam, kita memakai pakaian yang sopan. Yang bahkan menghormati Kekudusan Allah. Allah bhkan tidak tergantung pada bagamana kita memperlakukan-Nya. Tetapi Allah memperingatkan kita bahwa ada bahaya dari sesama kita yang datang kepada kita apabila kita berpakaian amat vulgar.

Hal berikut adalah masih adakah waktu tersisa bagi percakapan tentang moral, akhlak dan perilaku yang benar di tengah zaman yang tak memperdulikan nilai agama , nilai kemanusiaan dan nilai kepatutan membangun suatu peradaban yang tetap saling menghormati dan memberikan arah yang benar bagi bangunan kehidupan manusia di Planet tercinta dan satu-satunya di mana ada kehidupan yang penuh?

Sekarang saya bayangkan bahwa pohon dan buah pohon yang di tanam di pelataran Bait Allah itu akan terlibat dalam percakapan dan dialog kehidupan. Wah betapa kaya dan penuh maknanya atau signifikannya percakapan mereka. Bila perkataan-perkataan dan ungkapan mereka belum begitu jelas terdengar, maka desiranya saja sudah amat bermelodi di telinga kita. Bayangkan, bayangkan. Dream and dream about it! Kita semua harus membuat apa yang begitu indah kita impikan menjadi kenyataan , di mana etika kehidupan kita bangun bagi kehidupan yang saling menghidupkan. Bukan kehidupan untuk saling memanfaatkan. Tidak , sekali agi, untuk saling menghidupkan. Hanya dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit itu, kita dapat berbicara dan berlaku dalam terminologi hidup yang menghidupkan. Amin.