Berita

Anak Jairus dan wanita yang sakit pendaharaan

8 February 2010, 09:58

Markus 5:21-34.
Oleh: Pdt.Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Jairus adalah Pemimpin suatu Sinagoge, sehingga ia dapat leluasa mengundang Tuhan Yesus melakukan penyembuhan sesuai dengan tata aturan penyembuhan Yahudi.

Singkat kata, anak dari Jairus kemudian bahkan mati, sehingga Tuhan Yesus perlu membangkitkannya dari kematian. Bagi Jairus hal itu tentunya luar biasa. Tetapi itulah yang dapat diperoleh seorang pemuka agama saat itu. Tak ada halangan apapun, semua smooth saja. Tetapi tidak demikian dengan Wanita yang Sakit pendarahan selama dua belas tahun. Usia anak dari Jairus adalah dua belas tahun. Ia dibangkitkan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana dengan wanita ini? Kehadiran wanita ini bagaikan sebuah interupsi yang mengganggu jalannya sidang yang sedang berjalan mulus. Terutama bagi Jairus, interupsi seperti ini tidak menyenangkan sama sekali. Bayangkan , bukankah Tuhan Yesus diharapkan fokus pada undangan Jairus untuk menyembuhkan anaknya itu? Ini merupakan penggagalan misi Tuhan Yesus bagi keluarga Jairus. Kita pasti tahu bahwa Jairus menunggu dengan tidak sabar, bagaikan duduk di atas jarum dan paku, diinterupsi oleh Wanita yang dalam pergaulan sosial bukan merupakan orang yang perlu diperhitungkan. Ia adalah bagaikan sampah masyarakat Yahudi yang tersohor amat religius dan penuh dengan hukum kekudusan dan kenajisan. Ini soal waktu. Soal interupsi sosial sedemikian tak dapat diterima. Sederhana sekali sebabnya. Karena wanita ini bukan orang yang perlu mendapatkan perhatian. Jadi Tuhan Yesus bertemu dengan wanita yang bahkan namanya saja tidak disebut seperti Jairus, pemimpin Sinagoge itu. Wanita Anonim. Jairus bertanggungjawab untuk pekerjaan organisasi Sinagoge dan ibadah-ibadah dalam Sinagoge. Juga mengurus Sekolah Sabat, Weekschool, dan pemeliharaan gedung. Banyak pemimpin Sinagoge yang memelihara hubungan yang erat dengan Orang Parisi, oleh sebab itu mereka ditekan untuk tidak menunjang pekerjaan Tuhan Yesus. Orang bertanya apakah tindakan Jairus untuk tersungkur di kaki Tuhan Yesus adalah bahkan suatu sikap yang menantang Tuhan ketimbang menyembah Tuhan?. Wanita ini menderita penyakit pendarahan yang telah dua belas tahun tidak sembuh. Wanita ini terus kehilangan darah. Mungkin ini soal gangguan menstruasi wanita ini, keputihan yang terus berlanjut, atau mungkin juga masalah gangguan dalam peranakannya atau rahimnya, sehingga ia dianggap tak suci dengan demikian tidak layak untuk turut serta dalam pergaulan dan ibadah Yahudi. Ia tentunya amat lelah dan rapuh, dan terus kehilangan energinya. Ini bukan soal sehari atau sebulan, atau setahun saja, tetapi soal dua belas tahun. Tahukah kita artinya menjadi Orang Yang Untouchable atau Yang Tak Boleh Disentuh itu? Ini karena penyakitnya maka ia dianggap najis. Masyarakat agama harus selalu suci. Mereka tak boleh bersentuhan dengan yang najis meskipun itu manusia. Orang yang menyentuh orang najis seperti itu akan otomatis menjadi najis juga. Itulah yang ditetapkan oleh Peraturan Imamat. Kalau sampai bersentuhan dengan orang najis, maka orang yang menyentuhnya harus mandi membersihkan dirinya dari kenajisan itu segera. (Imamat 15:25-27). Terisolasi sosial dan terisolasi secara religius sedemikian merupakan beban dan penghinaan amat berat. Jadi mungkin juga Tuhan tahu bahwa masalahnya adalah masalah Agama Yahudi tentang suci dan najis, seperti itu. Oleh sebab itu Wanita inilah yang memiliki persoalan. Masalah atau Issue Fisik, Isuue Keungan, Issue Sosial, dan Issue Spiritual, mungki adalah issue kita. Setiap orang punya issue. Kita melihat perbedaan yang jelas antara anak perempuan Jairus dan Wanita yang sakit pendarahan ini. Anak perempuan Jairus segera mendapatkan kepastian pertolongan Tuhan Yesus. Tidak demikian pada wanita ini. Ia harus bergumul , harus berupaya. Tekanan sakit-penyakit, ekonomi serta keadaan tubuh yang makin amat berat itu, menyebabkan ia mencari siapa saja yang dapat menyembuhkannya. Ia mendengar bahwa Tuhan Yesus akan datang ke tempat itu. Ia menatap Tuhan, ia berusaha datang ke dekat Tuhan. Ia tidak punya pilihan lain, selain percaya akan Tuhan. Iman yang bagaimanakah yang ia miliki? Iman itu akan ternyata dari perbuatannya. Ia berkata kalau saja ia dapat menjamah jubah Tuhan, maka ia akan sembuh. Meski hanya menjamah jubah Tuhan. Tidak ada yang akan dirugikan. Ia akan bergegas pergi lagi. Kesembuhan atau kesehatannya menjadi pertaruhan. Itu saja. Dengan bulat hati ia mencari jalan datang ke dekat Tuhan. Ia telah melalui tahap makan telur belalang, membawa-bawa ke mana saja gigi dari serigala, membawa kuku bima , atau kuku manusia yang telah dihukum gantung, termasuk upaya membakar bagian tubuh di mana terdapat penyakit itu. Pokoknya ke tabib atau dokter mana saja asalkan sembuh. Sampai pada Tuhan Yesus ia merasakan keinginan tersebut bukan segalanya. Ia harus percaya penuh kepada Tuhan. Jadi semua telah dicoba dan gagal. Entah berobat ke ahli penyembuh alternatip. Apakah Anda juga pernah mendengar tentang Tuhan Yesus? Bukankah banyak kali kita mendengar tetapi tidak menjadi percaya kepada-Nya? Dalam Roma 10:17 ada perkataan Rasul Paulus yang amat terkenal, katanya:”Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”. Sebelumnya kita membaca pula:”Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan”. (Roma 10:11-13). Dalam Lukas 6:17-19 kita bertemu dengan berita bahwa banyak orang datang untuk mendengarkan Yesus. Dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka, juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat, beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya, dan semua orang itu disembuhkan-Nya. Dengan hanya menjamah jubah-Nya? Mengapa tidak? Kuasa Tuhan Yesus sangat besar. Tuhan Yesus sangat penuh kuasa, sehingga pakaian-Nyapun mengandung kuasa yang keluar dari tubuh-Nya. Tatkala Tuhan merasa ada energy yang keluar dari tubuh-Nya mengalir keluar kepada seseorang dan berakibat pasti menyembuhkan orang itu, saat itulah Tuhan bertanya , siapakah yang telah menjamah-Nya? Murid-murid Tuhan berkata mana mungkin jubah Tuhan tidak tersentuh atau terjamah,, sebab ada ratusan orang yang hendak mendekati Tuhan Yesus. Bahkan ratusan orang hendak menjamah Tuhan. Tetapi itu bukan sekedar sentuhan siapa saja, ini jamahan seseorang yang amat membutuhkannya. Banyak orang yang mencari Tuhan, tetapi hanya satu Wanita itu yang beriman akan Tuhan dan percaya akan Tuhan. Tuhan merasakan bahwa ada sentuhan iman, ada a touch of faith, yang telah menjamah-Nya. Kuasa penyembuhan ada di dalam Tuhan Yesus. Kuasa penyembuhan itu tidak ada dalam jamahan atau dalam sentuhan itu. Tuhan Yesus hanya berfokus kepada seorang yang beriman dan amat percaya itu. Tuhan Yesus berfokus atas iman Wanita atau orang yang percaya itu. TuhanYesus menghendaki agar identitas wanita penjamah karena percaya ini dicatat oleh Gereja Tuhan. Ia ingin mengekspose wanita yang selama ini dianggap wanita kelas sampah ini. The Outcast, orang yang terusir dari masyarakat.The untouchable ini hendak ia rubah menjadi a dignified woman. Menjadi wanita terhormat. Menjadi wanita yang tidak terbuang lagi dari lingkaran sosial keagamaan dan sosial-lingkungannya. Bahwa wanita ini layak berada di tengah kerumunan orang banyak itu. Bukankah amat kejam bahwa kerumunan orang banyak yang katanya beragama itu masih mempersyaratkan hal yang tidak dapat dipenuhi karena alasan penyakit atau apa yang disebut sebagai kesucian lahiriah menurut syariat agama Yahudi itu. Tatkala Tuhan menatap wajahnya, wanita ini menjadi penuh ketakutan. Mungkin ia berpikir bahwa Tuhan Yesus akan memaki-makinya sebab telah menyebabkan Tuhan menjadi najis. Bukankah ia sebagai penyentuh Tuhan itu berpenyakit najis. Wanita ini takut sekali kedapatan melanggar hukum kesucian Agama Yahudi itu. Atau ia menyangka bahwa Tuhan Yesus akan mengambil kembali mujizat-Nya sebab wanita itu begitu tidak layaknya sehingga sentuhannya akan sangat berakibat fatal keagamaan. Bahkan mendekati Tuhan dari belakang. Bukan dari depan. Mungkin karena ia akan dianggap mencuri kesembuhan dari Tuhan Yesus dengan mendapatkan kuasaa Tuhan atas penyakit itu. Wanita ini tampil dan tersungkur di kaki Yesus, dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya(kepada Tuhan). Tuhan tidak menghendaki kita menjadi Orang Kristen yang Diam saja, tak berbicara. Do not be a silent Christians!. Ia memberitahukan kepada Tuhan tentang segala kelemahannya. Nabi Yesaya pernah berkata:”Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis, dan segala kesalahan kami seperti kain kotor, kami sekalian menjadi layu seperti daun, dan kami lenyap oleh kejahatan kami, seperti daun dilenyapkan oleh angin. (Yes. 64:6). Dulu kita bernyanyi begini: Sandaranku tidak yang lain, melankan darah Tuhanku, gnap amalku seperti kain yang larah saja Tuhanku. Di atas Yesus karang-Hu, aku berdiri dengan teguh, dasar yang lain rebah runtuh. Penyakit atau dosa yang amat memalukan harus kita bawa kepada Tuhan Yesus. Apakah kita berada dalam hubungan yang sungguh percaya kepada Tuhan Yesus? Bukankah kita seharusnya mempunyai Faith Relation dengan Tuhan Yesus? Apakah kita mau menjadi orang yang bertemu dengan Tuhan Yesus tetapi tidak terkoneksi dengan Tuhan, tidak terhubung dengan Tuhan dalam Hubungan Iman itu?. Kalau demikian, kita hanya seorang dalam kerumunan orang banyak. Kita tidak membuat suatu hal yang menarik perhatian. We do not make a diffrence. Podo wae. Tuhan Yesus tidak menjadi marah karena wanita itu menjamah-Nya. Tuhan Yesus tahu benar ada yang menjamah-Nya. Ia juga tahu bahwa wanita itu telah mengalami kesembuhan. Jezus zei dat dat haar geloof de oorzaak van haar genezing was. Oprecht geloof vraagt actie. Geloof dat niet in daden tot uiting komt, is geen geloof. Percaya atau iman yang sungguh memerlukan tindakan. Iman yang tidak memiliki tindakan sebagai output, bukanlah iman atau suatu percaya. Tuhan Yesus tidak membutuhkan Silent Christians. Bukankah wanita ini telah melakukan pengakuan imannya? Bukan melakukan pengakuan iman secara intelektual atau dengan keadaan ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang amat terhormat. Ia mengaku imannya dalam sistuasi yang amat desperate, amat menyedihkan, amat tertekan. Wanita ini merasa menjadi Desparado, penyamun. Kalau Tuhan layak dipuji karena kuasa-Nya yang menyembuhkan bukankah hal itu harus diperkatakan, jangan disembunyikan, jangan didiamkan? You have to speak it out. Katakan Amin, aku memuji Tuhan karena kebaikan-Nya, karena kasih karunia-nya, karena belas-kasihan-Nya, dan karena kasih-nya yang diberikan-nya kepadaku. Bagaimana nasib Jairus? Tatkala wanita ini disembuhkan datanglah kabar yang mungkin juga sudah diperkirakannya. Bukankah urusan wanita jalanan ini menyebabkan nasib anaknya perempuan terkatung-katung? Bukankah sebagai Pejabat Rumah Sinagoge ia amat dirugikan oleh pelayanan yang memprioritaskan pelayanan kepada Wanita yang oleh banyak orang disebut A Nobody, alias bukan siapa-siapa baik secara Hukum Agama maupun secara Sosial-Kemasyarakatan? Wanita Kelas Dua ini telah sembuh. Terjadi restorasi sosial religius dan sosial kemasyarakatan baginya. Inilah penyembuhan yang multi aspek. Tuhan nYesus berkata kepada Wanita ini:”Hai , anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu”.”Daughter,your faith has healed you, Go in peace, and be freed from your suffering”. Rasul Paulus pernah menulis:”Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu ketika kamu dipanggil, menurut ukuran manusia, tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan yang kuat. Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. No flesh should glory in His presence. Luar biasa, janganklah daging memuliakan dirinya di hadapan kehadiran Allah. Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis:”Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”. Tuhan Yesus menyebut Wanita itu Puteri-Ku, Daughter!. Kini wanita itu memiliki hubungan dengan Tuhan. Dari Orang Yang Tak Layak karena Najis, menjadi Puteri Tuhan Yesus. Dua belas tahun imannya dalam semua bentuk pengobatan yang dicarinya telah gagal menemukan penyembuhan. Tetapi di dalam Tuhan wanita ini mengalami Keselamatan dan Kesembuhan. Ada yang sembuh tapi kemudian tak selamat. Ada yang mencari kesembuhan dengan menggadaikan imannya atau dengan menjual imannya dengan harga murah sekali. Dua belas tahun bukan waktu sedikit. Pergilah dengan selamat. Tepat kata Tuhan, ia telah selamat dan akan pergi memasuki hidupnya dengan selamat pula. Selamat datang ke dalam Dunia Tuhan, Dunia Keselamatan. Dunia Damai Sejahtera, to a World of Peace, Dunia Kesetaraan. Dunia Kasih, Dunia Kesembuhan, Dunia Holistik, bukan Dunia Halusinasi. Bukan Dunia roh-roh halus. Dunia yang bebas dari semua bentuk kegelapan. Tuhan Yesus sedang mengulurkan tangan-Nya ke arah persoalan-persoalan kita, kebuntuan kita, ketidak-mampuan kita, dll. Ia mengulurkan tangan-Nya ke arah kebutuhan-kebutuhan kita. Ya Ia memperhatikan keadaan kita yang memerlukan pertolongan. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih kesu dan berbeban berat.Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak, dan beban-Kupun ringan!”. Jangan tersesat ke dalam kelompok dalam lingkar tertentu. She was so young. Sentuhlah Tuhan Yesus, atau jamahlah dengan keteguhan Kristus. Amin.