Berita

Adakah UANG itu segalanya?

28 July 2010, 09:54

MENGAPA MASIH HARUS KORUPSI?

Amsal 23:4-5.
Oleh : Pdt. Hallie Jonathans

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu itu. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap; lalu terbang ke angkasa seperti rajawali. (4-5). Uang bukanlah hal bernilai yang terpenting bagi kita. Apakah Anda akan menaruh perhatian terhadap uang yang menurut Salomo bukanlah hal yang terutama?Will you set your eyes on that which is not the most important?

Apakah uang itu baik atau jahat? Uang bukanlah yang baik dan bukan pula yang jahat. Yang menentukan adalah sikap kita terhadap uang,
“That money talks, I’ll do not deny.I heard it once, it said: Good-bye”. Bahwa uang berbicara, saya tidak akan menyangkalnya, aku pernah sekali mendengarnya, ia berkata: Selamat Tinggal!”.

Empat Sikap yang merupakan kunci :

1. Allah adalah sumber segala sumber daya. God is the source of all resources. An Attitude of Gratitude.
Yakobus 1:17:”Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang, pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.
Yohanes Pembaptis 3:27 menyatakan:”Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga”.

Ulangan 8:17-18:”Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu:Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini”.
Pujilah Tuhan sumber segala sesuatu itu, sebab semua sumber daya yang kita miliki datangnya dari Tuhan.

2. Kita adalah Penatalayan atas Milik-milik Allah. We
are the stewards of God’s property. An attitude of Faithfulness.
Mari kita baca Lukas 16:1-2; 10-12. “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya:”Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggung-jawa -ban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. (You can no longer be steward/penatalayan uang dan sumber daya harta milik). Ayat 10-12: Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Jadi jikalau kamu tidak setia dalam hal Mammon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Bukankah Allah telah mempercayakan kepada kita, sumber daya material maupun spiritual?

1 Kor. 4:1-2. Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus , yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah (stewards of the mysteries of God). Yang akhirnya dituntut dari penatalayan-penatalayan demikian ialah bahwa mereka ternyata dapat dipercayai”. Moreover it is required in stewards, that one be found faithful”.

3. Investasi Utama kita adalah yang Investasi Surgawi. (Heavenly Investment). An attitude of Eternal Values.

Matius 6:19-21:”Janganlah kamu mengumpulkan harta
di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya, dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan -lah bagimu harta di surga, di surga ngengat dan karat tidak merusakkkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”.

Tugas kita adalah menginvestasikan semua sumber daya yang kita miliki seperti: waktu, talenta dan kekayaan kita, atas apa yang akan bertahan selama-lamanya. Apakah investasi utama kita: Manusia. Itu kemudian dikenal dengan Human Investment.

4. Kita harus percaya kepada Allah bahwa Allah akan mempersiapkan semua yang kita butuhkan. (Trust in God who provides all our needs). An Attitude of Faith.
Matius 6:31-33. 31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata:”Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, ,maka semua itu akan ditambahkan kepadamu.
Allah telah berkomitmen pada Diri-Nya sendiri bahwa Ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan anak-anak-Nya, Kalau kita miskin kita harus percaya kepada Allah bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Kalau kita kaya, janganlah menaruh kepercayaan kepada atau atas kekayaan kita, tetapi senantiasa percayalah kepada Dia yang telah memberikan semuanya. Trust in the One who provided them.
Ibrani 13:5: Janganlah kamu menjadi hamba uang, dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padmu. Karena Allah telah berfirman:”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”.
Amsal 10:3: Tuhan tidak membiarkan orang benar-benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.
Ayat 4: Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan yang rajin menjadikan kaya. Ayat 6: Berkat ada di atas kepala orang benar.
Amsal 30:8-9:
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan, jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal engkau, dan berkata:”Siapa Tuhan itu?”. Atau kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku”.

Uang, bagaimana mendapatkannya?
A. Melalui Kerja Keras.
Amsal 14:23. dan 10:4.

B. Dengan Kejujuran dan Integritas.
Amsal 13:11; 20:17; 10:9.

C. Dengan bergantung pada Allah.
Amsal 11:28, 28:25.

Uang , bagaimana menjaganya,atau memegangnya?

A. Dengan tidak meminjamnya.
Amsal 22:7.Roma 13:8. Jangan berhutang
Filsafat dunia: Buy it now, and try to pay it later. Belilah sekarang dan usahakanlah membayarnya besok.

B. Tidak membuat Planning Ahead, Perencanaan Yang Mendahului. Amsal 21:5, 30:25.

C. Dengan tidak Membelanjakannya secara Tidak Berhikmat.
Amsal 6:1-2. 11:15.
Berhati-hatilah meminjamkan uang,(lending money), menandatangani bersama suatu pinjaman, dan Kartu Kredit.
Berdoalah sebelum kita melakukan suatu Pembelian. (Pray about Every Purchaes).

Uang bagaimanakah Menggunakannya?

A. Berikanlah pertama-tama kepada Allah.
Amsal 3:9,19. Maleakhi 3: 10. 1 Kor. 16:2.

B. Berikanlah untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Amsal 14:21; 29:7; 19:17;

Nanyikanlah NKB 200 ayat 3.

Give as ‘twas given to you in your need,
Love as the Master loved you,
Be to the helpless a helper indeed,
Unto your mission be true. Make me a blessing, make me a blessing Out of my life, may Jesus shine, Make me e blessing, O Savior I pray, Make me a blewwing for some one today.

C. Simpanlah untuk Masa Depan, Save for the Future.
Amsal 24:27, 13:22. Plan for the future, materially as well as spiritually. (Give gospel if needed).
Siapkanlah 10% untuk Masa Depan dan tabunglah itu. Itu berguna utk pendidikan anak cucu dan saat pensiun kita.
Bacalah Efesus 4:28: Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras, dan melakukan pekerjaannya yang baik dengan tangannya sendiri, supaya dapat ia membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Dengan demikian, apakah uang itu baik atau jahat?
Apabila uang adalah allah kita, maka uang itu jahat.
Matius 6:24: Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon.
Kalau kita menggunakannya (uang) untuk Allah itu baik.
Filipi 4:16-17: Karena di Tessalonika pun , kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku, Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya yang makin memperbesar keuntunganmu. Kalau demikian apa faedahnya melakukan korupsi? Mulai dari korupsi kecil-kecilan sampai menyalah-gunakan uang gereja atau negara?

Dengan korupsi pikiran, komitmen dan bahkan kehilangan integritas dan akuntabilitas, bukankah kita sebenarnya sudah mati? Dunia dan bahkan Kerajaan Allah membutuhkan orang-orang yang hidup dalam ketaatan kepada Allah dan tanggungjawab yang jelas dan transparan dalam semua bidang kerja dan profesionalitas yang ada padanya. Uang adalah alat dari Tuhan bagi kesejahteraan kita. Tetapi awaslah jangan uang justru menjadi tuan kita yang mengendalikan kita dan membuat kita mengasihinya. Bukankah kita harus mengasihi Allah dan sesama kita. Harus juga bermula dengan penatalayanan akan uang pada mula sampai akhir kehidupan kita.

Selamat Tinggal Korupsi.Selamat datang Penatala -yanan yang sehat dan akuntabel akan uang. Amin.